<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133</id><updated>2012-02-17T22:26:28.053-08:00</updated><category term='Kartun'/><category term='renungan'/><category term='Tips'/><category term='semua'/><category term='review'/><category term='news'/><category term='namidub'/><category term='Jalan-Jalan'/><category term='salam'/><category term='alamaak'/><category term='gagasan'/><title type='text'>namidubunus</title><subtitle type='html'>Sekadar Melihat Dari Sisi yang Berbeda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8258539034683952397</id><published>2009-10-22T01:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T03:25:10.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam'/><title type='text'>Usir Lalat Dengan Kopi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SuAwnq79slI/AAAAAAAAAH4/Ir187yKtslA/s1600-h/mata-merah-lalat-hijau-031.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 70px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SuAwnq79slI/AAAAAAAAAH4/Ir187yKtslA/s200/mata-merah-lalat-hijau-031.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395365811688682066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto courtesy: &lt;br&gt;www.jepretanhape.wordpress.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;Musim penghujan sudah berada di penghujung. Biasanya, kalau sudah sampai pada musim ini, selain becek dan banjir, kita akan mendapatkan kunjungan istemewa dari lalat dan teman-temannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalat-lalat tak diundang itu hilir mudik "berpesta" di rumah kita. Tak peduli berapa kali lalat-lalat itu menjadi gepeng di sapu lidi yang kita pukulkan, teman-teman akan kembali lagi. Seolah tak ambil pusing lantai rumah telah dipel dengan larutan disinfektan (karbol/ whipol), tetap saja datang dan datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nggak ngaruh&lt;/span&gt; walaupun kita sudah menyemprotkan anti nyamuk, lalat dan kecoa. Memang pada saat disemprotkan, para lalat akan kabur tunggang-langgang, namun tak lama setelah itu, binatang penyuka tempat kotor dan pembawa penyakit itu pun kembali lagi. Di samping itu, menggunakan obat anti serangga itu tidak alamiah. Ada yang menggunakan obat anti nyamuk bakar, atau menggunakan lilin yang dibakar, namun tidak memuaskan hasilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, satu tips alamiah yang mungkin bisa dicoba, yaitu dengan menggunakan bubuk kopi yang dibakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan bubuk kopi ke dalam wadah, semisal kaleng kecil bekas wadah susu kental manis atau mangkok kecil yang tahan panas. Setelah itu bakar (jangan ditambahi dengan minyak atau bensin). Asap yang keluar dari kopi yang terbakar ini akan mengusir lalat yang menyerbu rumah kita, yang selalu menjadi masalah saat musim penghujan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan bau-bau yang tidak sedap seperti bau amis, atau busuk yang menyengat. Taburkan bubuk kopi untuk menetralisir bau yang menyengat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8258539034683952397?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8258539034683952397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8258539034683952397&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8258539034683952397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8258539034683952397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/usir-lalat-dengan-kopi.html' title='Usir Lalat Dengan Kopi'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SuAwnq79slI/AAAAAAAAAH4/Ir187yKtslA/s72-c/mata-merah-lalat-hijau-031.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-5982823589418921624</id><published>2009-10-21T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T04:56:49.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alamaak'/><title type='text'>Mencuri Saat Menjadi Tersangka</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Mungkin pencuri yang satu ini begitu terobsesi dengan profesinya, sehingga bagaimana pun keadaannya dia harus melakukan pencurian, termasuk saat dirinya hendak diinterogasi polisi perihal sebuah pencurian yang terjadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi di Jerman. Seorang tersangka pencuri berusia 41 tahun melakukan perampokan di satu toko saat dalam perjalanan ke kantor polisi untuk ditanyai mengenai sebuah kasus perampokan yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma kasus pencurian kecil sebelum interogasi atas pengutilan" kata polisi di wilayan Barat kota Lippe, Jerman Selasa, 20 Oktober lalu sebagaimana dilaporkan oleh situs berita www.metro.co.uk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas lelaki licik itu terungkap saat petugas secara mengejutkan menjumpai lelaki--dengan ciri-ciri sama yang dilaporkan oleh pemilik supermarket yang paginya kecurian--itu di ruang tunggu kantor polisi setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mumpung mau diinterogasi, sekalian saja" begitu mungkin dalam pikirannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-5982823589418921624?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/5982823589418921624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=5982823589418921624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/5982823589418921624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/5982823589418921624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/salam-mungkin-pencuri-yang-satu-ini.html' title='Mencuri Saat Menjadi Tersangka'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-2789428466104270066</id><published>2009-10-19T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T22:31:20.289-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam'/><title type='text'>Selamat Berlayar, Kapitan...</title><content type='html'>Mulai hari ini, Kapten Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menahkodai kapal bangsa bernama Indonesia ini. Perjalanan yang kedua ini akan ditempuh dengan mesin ganda dan 34 baling-baling super kabinet Indonesia Bersatu, Kapal Motor Indonesia ini diharapkan bisa melaju di atas kecepatan rata-rata tanpa gangguan berarti.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi angin bertiup searah tujuan dengan Sang Kapten. Angin-angin itu telah bersinergi dengan kapal Sang Kapten dan diharapkan menghembuskan layar-layar yang akan diregangkan dan akan menambah daya dorong yang amat kuat, sehingga Kapal Motor Indonesia akan cepat sampai di tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ombak yang terlalu besar yang bakal bisa mengguncang kapal, paling-paling angin panas yang kadang bakal berhembus karena memang tidak semua angin ikut bertiup ke satu arah. Tidak pula ada batu karang yang teramat terjal yang dapat menghentikan kapal, apalagi sampai berputar haluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perjalanan sekali lagi dari Kapten yang dipercaya oleh penumpang kapal, kelas atas maupun kelas geladak. Ada 200-an juta penumpang yang sama berharap pada Kapten untuk mengantarkan mereka ke satu tempat bernama NEVERLAND. Di mana di tempat itu penumpang kapal bakal menjumpai ketiadaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak ada harga tinggi dan mahal,&lt;br /&gt;Tidak ada kelaparan, &lt;br /&gt;Tidak ada pengangguran,&lt;br /&gt;Tidak ada mati listrik,&lt;br /&gt;Tidak ada TKI yang disiksa, apalagi sampai mati,&lt;br /&gt;Tidak ada rumah sakit yang malah membuat pasien sakit, atau obat yang membuat yang sakit menjadi malah bertambah parah sakitnya karena mahal.&lt;br /&gt;Tidak ada kesemerawutan layanan publik,&lt;br /&gt;Tidak ada penebangan hutan,&lt;br /&gt;Tidak ada banjir dan kekeringan,&lt;br /&gt;Tidak ada korupsi, &lt;br /&gt;Tidak ada penyelewengan jabatan, &lt;br /&gt;Tidak ada birokrasi yang berbelit,&lt;br /&gt;Tidak ada ketidak-adilan, &lt;br /&gt;Tidak ada disintregasi bangsa, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang semoga saja bisa mengantarkan semuanya ke tempat tujuan dan tidak berhenti di tengah lautan luas atau bahkan tenggelam, sehingga sang Kapten akan tetap dikenang. Selamat berlayar Kapitan!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-2789428466104270066?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/2789428466104270066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=2789428466104270066&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2789428466104270066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2789428466104270066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/selamat-berlayar-kapitan.html' title='Selamat Berlayar, Kapitan...'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-3861984225219247349</id><published>2009-10-18T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T02:23:42.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam'/><title type='text'>Caci Maki Perusahaanmu, Lalu Ambil Gajinya!</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Rian Sastro Wardono merasa agak grogi. Pasalnya dia harus ikut tes dan wawancara untuk masuk di sebuah perusahaan yang punya nama besar. Bagaimana kalau dia nggak cukup bagus saat tes? Bagaimana sikap saat wawancara? Apakah surat CV-nya sudah cukup oke jika dibandingkan dengan pesaing lainnya?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu wawancara tiba. Keringat dingin mengucur. Maklumlah, ini pertama kali dia melakukannya. Dia hanya berharap tidak gugup dan dapat menjawab pertanyaan seperti apa yang dimaui pewawancara dan dapat bekerja di perusahaan itu dan menyisihkan pelamar-pelamar lain yang juga ikut dipanggil sebagai calon karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun pekerjaannya, mau ditempatkan di manapun, bahkan bergaji berapa pun dia akan terima asalkan bisa bekerja di perusahaan itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma Rian, mungkin kita juga mempunyai pemikiran yang sama saat melamar pekerjaan. Alih-alih mendapat pekerjaan, kita tidak menjadi diri kita yang sebenarnya dan berharap pihak perusahaan terkesan dengan penampilan, cara bicara, apa yang kita jawab baik dalam tes tertulis maupun dalam wawancara. Bahkan mungkin kalau perlu dengan sedikit memelas, meminta, bahkan memohon, yang penting dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal diterima sampai pada waktu tertentu, biasanya karyawan akan menerima keadaan apapun yang terjadi di perusahaan itu. Disuruh ini, diperintah itu, diminta lembur, dan sebagainya. Dengan senang hati, kita akan menerimanya dengan baik dan lapang dada. Pengorbanan yang seharusnya diberikan oleh karyawan kepada perusahaan. Persis seperti orang yang tengah berbulan madu. Apa saja akan diterima dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti bulan madu, semuanya ada masanya. Perhatikan saat sudah pada titik waktu tertentu. Biasanya karyawan akan mulai "menjaga jarak" dengan pengorbanan-pengorbanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang on time, maksudnya hanya memenuhi kewajiban agar tidak telat absen dan pulang tidak boleh terlambat. Tidak boleh menggunakan waktu lembur, apalagi kalau tidak ada pengganti uang lembur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perusahaan sedang berjaya dan berdampak positif pada pendapatan, karyawan rela meluangkan tenaga, pikiran untuk perusahaan itu. Namun ketika perusahaan mulai kehilangan pelanggan atau pasar karena satu dan lain hal, dan harus merasionalkan apa pun di perusahaan. Caci maki mulai timbul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunjingan mulai merebak. Ini karena si Boss itu, atau karena Manajer itu. Mulai juga kebijakannya diungkit-ungkit. Yang semula Boss atau pimpinan dihormati, mulai dicemooh, walaupun biasanya tidak langsung. Hal-hal tersebut membuat kita merasa bosan, tertekan dan menderita. Seakan-akan bekerja di perusahaan itu adalah sebuah kesalahan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bertemu teman yang bekerja di perusahaan lain, kita akan merasa bahwa sangat beruntungnya teman itu dan mulai bercerita kejelekan dan kekurangan di perusahaan tempat kita bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, mungkin teman yang kita ceritakan perihal pekerjaan kita, tengah mengalami hal yang mirip dengan kita. Suasana kerja yang, menurutnya, juga tidak kondusif, pimpinan yang ototiter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terjadi hampir di manapun! Memang tidak ada survey mengenai ketidakpuasan karyawan terhadap perusahaannya. Kalau ada mungkin akan ditemui banyak sekali karyawan yang merasa tidak betah, resah, bosan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bete&lt;/span&gt; (bad mood), sampai putus asa, pada keadaan di perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali alasan yang membuat karyawan merasa seperti itu. Mulai dari kondisi perusahaan, sistem penggajian yang dirasa kurang adil, teman yang tidak asyik, pimpinan yang mau menang sendiri, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah punya perasaan yang sama? sebaiknya mari kita berhitung. Dari waktu yang kita habiskan sehari semalam dalam hidup, bekerja mendapat porsi yang paling tinggi. Rata-rata orang bekerja 8-10 jam dalam sehari, lalu tidur 6-8 jam dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, betapa tidak bermutunya waktu yang kita lewatkan dalam hidup jika kita melewatinya dengan pikiran-pikiran dan emosi yang negatif. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Syukuri apa yang ada dengan melihat sekitar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang tidak bekerja dan tidak mempunyai penghasilan. Namun, bekerja bukan hanya soal penghasilan, melainkan juga soal harga diri, prestige. Orang yang bekerja akan dipandang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ingat saat pertama masuk kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat pertama bekerja adalah waktu di mana semua begitu menyenangkan. Semangat karyawan new comer biasanya tengah berada di titik tertinggi. Tugas yang diberikan oleh pimpinan dapat dilaksanakan dengan baik dan dengan spirit yang besar dan tanpa pamrih. Saat itu, yang ada hanyalah pemikiran positif. Dan energi positif yang memancar dari pemikiran positif tersebut, percaya atau tidak, akan membuat badan kita menjadi sehat, jauh dari berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fokus pada tujuan besar, bukan yang kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekerja pastilah ada tujuannya. Dari mencari pengalaman, gaji sampai jabatan yang setinggi-tingginya, kalau bisa sampai posisi puncak dalam sebuah perusahaan. Pimpinan atau pemilik perusahaan tentunya akan melihat loyalitas karyawannya sebelum pegawai tersebut dinaikkan posisinya. Ketimbang pegawai yang baru masuk, karyawan yang sudah lama bekerja mempunyai kesempatan yang lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cari hal menarik di perusahaan itu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dalam segala seuatu tentunya tidak hanya berisi hanya hal-hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula dengan dunia kerja di sebuah perusahaan. Pasti ada hal yang menyenangkan yang membuat kita tertarik. Entah itu persahabatan, komunitas hobi atau olahraga atau sesuatu yang bisa kita dapatkan di perusahaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Carilah pekerjaan lain.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kalau hal-hal tersebut tidak bisa membuat kita menjadi pribadi yang terus menerus mengeluh pada pekerjaan, suasana kantor, pimpinan atau apa pun yang ada di perusahaan saat ini, ada baiknya kalau mencari perusahaan lain yang mungkin lebih baik, daripada menyesali terus menerus keadaan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersabarlah, tidak ada yang sempurna di dunia ini.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kita mungkin bisa saja berpindah sebanyak dan sesuka yang kita mau, tetapi perlu diingat bahwa tidak ada yang sempurna. Selain ada yang membuat kita senang, selalu ada hal yang tidak membencikan. Termasuk di dunia pekerjaan, tinggal bagaimana kita menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai mencaci maki perusahaan tempat kita bekerja atas ketidakpuasan terhadap situasi perusahaan yang tidak kondusif, namun kita juga tetap mengambil gaji yang dibayarkan perusahaan saat hari gajian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-3861984225219247349?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/3861984225219247349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=3861984225219247349&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3861984225219247349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3861984225219247349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/caci-maki-perusahaanmu-lalu-ambil.html' title='Caci Maki Perusahaanmu, Lalu Ambil Gajinya!'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-3416863460551258810</id><published>2009-10-18T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T16:11:04.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Perahu Kertas: Sebuah Pergulatan Hati Menuju "Jalan Pulang"</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Pada bukunya kali ini, Dee alias Dewi Lestari--penulis novel sekaligus penyanyi tembang: Malaikat Juga Tahu--membawa pembacanya lebih jauh menyelami makna hidup yang mengalir. Tak ada yang pasti mengetahui akan kemana mengarah tujuan hidup anak manusia yang digambarkan Dee sebagai perahu kertas. Perahu-perahu kertas itu mengalir begitu saja mengikuti aliran air dan bertemu di satu muara.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran utama dalam kisah ini adalah Keenan, seorang pria remaja yang baru lulus SMA. Keenan mempunyai bakat melukis yang sangat kuat dan punya cita-cita menjadi pelukis. Namun karena perjanjian dengan ayahnya, yang berharap Keenan akan menggantikan perannya mengurusi perusahaan sendiri suatu saat nanti, dia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kuliah itu, Keenan bertemu dengan cewek bernama Kugy. Pertemuan yang dilatarbelakangi oleh kedekatan Keenan dengan pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, dari pertemuan ini, diam-diam, Keenan dan Kugy saling jatuh cinta, walaupun tidak pernah terungkap di antara keduanya. Celakanya, Kugy sudah punya kekasih, cowok Metropolis bernama Joshua. Noni dan Eko yang tidak menyadari adanya cinta yang mulai bersemi di hati Keenan dan Kugy mencomblangkan Keenan dengan seorang kurator muda bernama Wanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaannya dengan Keenan telah membawa Kugy hancur dan lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan sadar bahwa itu bukanlah yang selama ini dia cari. Dengan hati hancur, ia kembali pada cita-citanya menjadi pelukis dan meninggalkan kehidupan sebelumnya. Keenan lalu memutuskan meninggalkan masa lalunya di Bandung dengan menetap di Bali. Keenan lantas menjadi seniman yang karyanya banyak dicari orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Bandung, Kugy, merasa sangat kehilangan dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itu, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kedekatan keduanya telah menumbuhkan perasaan suka di antara keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Dia harus ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena kondisi ayahnya yang semakin memburuk. Ia tidak punya pilihan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta Keenan dan Kugy bertemu kembali. Sekali lagi, hati mereka diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang terjadi pada keduanya? Temukan akhir kisah mereka dalam buku PERAHU KERTAS. Buku yang mulai menjadi best seller itu dapat dijumpai di took-toko buku ternama, namun jika memang tidak sempat ke toko buku, salah satu alternatifnya adalah dengan memesannya melalui toko buku online www.KutuKutuBuku.com.  Atau klik refferal bergambar sampul buku PERAHU KERTAS yang ada di sidebar blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan hanya kisah Dee saja yang bisa dipesan di toko buku online tersebut, segala jenis buku bisa didapatkan di www.kutukutubuku.com, dan tersedia potongan harga yang menarik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-3416863460551258810?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/3416863460551258810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=3416863460551258810&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3416863460551258810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3416863460551258810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/perahu-kertas-sebuah-pergulatan-menuju.html' title='Perahu Kertas: Sebuah Pergulatan Hati Menuju &quot;Jalan Pulang&quot;'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8240589521036589418</id><published>2009-10-17T22:51:00.002-07:00</published><updated>2009-10-19T16:23:31.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Sedikit Himbauan Untuk Penyelenggara Hajatan</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Selepas Hari Raya Idul Fitri kemarin sampai menjelang Idul Adha adalah saat-saat musim kawin. Musim Kawin? Maksudnya adalah saat-saat di mana banyak orang yang menyelenggarakan hajatan alias kawinan. Kenapa begitu? Mungkin periode sebelum Lebaran Haji adalah bulan baik, minggu baik, hari baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada yang tidak terjebak dalam hal-hal tersebut, karena semua hari pada dasarnya baik, tetapi inilah yang terjadi di masyarakat kita. Buktinya banyak janur melengkung di pinggir-pinggir jalan di bulan-bulan ini. Janur-janur itu sudah tentu menunjukkan orang yang hajatan pernikahan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa ini tentunya adalah masa panen bagi pengusaha penyewa peralatan pesta, katering, fotografi, sampai pada pihak penyedia bunga serta perangkat hiburan untuk pesta mulai dari MC, orkes, layar tancap, dll. Rejeki kagetan setahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada plus ada minus. Itulah hukum keterkaitan di dunia ini. Lalu apa minusnya? Banyak penyelenggara hajatan menggunakan sebagian atau bahkan sepenuhnya badan jalan, sehingga jalan-jalan yang sudah macet menjadi lebih parah lagi macetnya. Padahal, jalan itu diperuntukkan untuk umum dan memang tidak sebaiknya digunakan untuk kepentingan pribadi atau perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan bukanlah tempat untuk menyelenggarakan hajatan atau pesta. Seharusnya penyelenggara hajatan, apapun itu, menyadari bahwa banyak pengguna jalan yang menjadi repot, bahkan terkadang misuh-misuh, mencaci-maki penyelenggara hajatan. Meskipun hanya dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari baik bulan baik hajatan itu menjadi sedikit tidak berkah karena caci-makian itu. Hari yang sakral itu, yang seharusnya diisi dengan doa yang baik-baik bagi penyelenggara hajatan dan terutama bagi mempelai yang membutuhkan restu dari semua orang, dicemari dengan kejadian kecil, namun mungkin itu adalah doa (doa orang teraniaya karena jalannya diambil, dengan alasan apapun, untuk hajatan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika jalan itu adalah jalan satu-satunya dan sempit. Kebetulan orang yang hendak menggunakan jalan itu adalah orang yang sangat mendesak, mau melahirkan misalnya, sedangkan untuk berputar arah susahnya setengah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya memang pernikahan menggunakan gedung atau jika memang mau mengadakan hajatan di rumah, lihat dulu, apakah tidak mengganggu kepentingan umum, sehingga tidak ada yang dirugikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungannya adalah semakin lama, penyelenggara hajatan, siapa pun itu--pejabat, orang berpangkat, sampai orang kebanyakan--menggunakan jalan sebagai tempat hajatan. Yang lain? Tak peduli! Pengguna jalan seakan ditempatkan pada posisi: "HARUS MAKLUM, SEDANG ADA HAJATAN!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya himbauan, gagasan kepada siapapun yang punya atau akan punya hajatan dalam waktu dekat, atau kapan pun. Cobalah mengerti dan ikut merasakan keadaan pengguna jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang kepepet, tidak ada tempat atau gedung dan harus menyelenggarakan acara atau hajatan di rumah, pikirkanlah juga pengguna jalan. Setidaknya pengguna jalan diarahkan untuk mengambil jalan alternatif mana yang harus dilalui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, ini mungkin yang tak pernah terpikirkan, berikan pengguna jalan, yang jalannya digunakan, snack atau air minum mineral, untuk pengguna jalan yang lewat jalan tersebut sebagai bentuk terima kasih karena telah menggunakan jalan mereka. Setidaknya ini mengurangi kekesalan pengguna jalan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8240589521036589418?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8240589521036589418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8240589521036589418&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8240589521036589418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8240589521036589418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/sedikit-simpati-untuk-pengguna-jalan-di.html' title='Sedikit Himbauan Untuk Penyelenggara Hajatan'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-6086161287388804618</id><published>2009-10-17T16:17:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T21:17:45.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alamaak'/><title type='text'>Organisasi Toilet Dunia</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal toilet, ternyata di dunia ini ada organisasinya, lho. Nggak tahu, apakah saya ketinggalan informasi ini sehingga tulisan ini jadi basi, atau pembaca sama seperti saya, baru tahu mengenai hal ini. Kalau sudah basi, mudah-mudahan belum berjamur alias sudah parah basinya, tapi kalau belum, semoga jadi informasi yang menarik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World Toilet Organization atau disingkat WTO (bukan WTO atau Organisasi Dagang Dunia yang terkenal itu, lho) adalah organisasi yang peduli dengan toilet atau kamar kecil yang layak dengan motto: “Menjadi  kehidupan yang bermanfaat”. Pendirinya bernama Jack Sim, seorang wirausaha yang tidak lulus perguruan tinggi.  Jack sudah memulai usaha sejak berusia 24 tahun, namun semua itu ditinggalkannya untuk terjun ke dunia kerja nirlaba (sosial).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jack yang punya motto pribadi “Sanitasi yang baik adalah obat pencegah (terhadap sakit) yang baik” ini tertarik dan peduli toilet karena dirinya merasa kamar kecil adalah tempat yang terabaikan dan banyak yang harus dilakukan, sehingga dia mendirikan Asosiasi Kamar Kecil Singapura (Restroom Association of Singapura / RAS) tahun 1998 yang kemudian misinya adalah meningkatkan standard kamar kecil di Singapura dan dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jack lalu mendirikan Organisasi Kamar Kecil Dunia tahun 2001 dan Universitas Kamar Kecil Duni tahun 2005. Sesuai tujuannya, WTO didirikan sebagai jaringan dunia dan platform bagi proses pembelajaran sanitasi seluruh organisasi kamar kecil yang berpengaruh pada kebijakan kesehatan umum dan sanitasi pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Universitas Kamar Kecil Dunia  selalu dibahas mengenai isu –isu penting seputar kamar kecil dan sanitasi mulai dari teknologi, pengembangan, pendanaan, desain toilet, perawatan, kapasitas gedung dan lain-lain. Saat didirikan pertama kali, WTO mempunyai 15 anggota, dan Indonesia adalah salah satu negara penandatangan pembentukan oraganisasi tersebut. Saat ini anggotanya sudah berjumlah 215 organisasi di 57 negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri organisasi toilet-nya bernama Asosiasi Toilet Indonesia yang digagas oleh Naning Adiwoso dari Inias Resource Center dan Menteri Budpar saat itu yaitu I Gde Ardike. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi Toilet Indonesia mempunyai berbagai kegiatan di antaranya adalah sosialisasi toilet umum yang bersih, sidak toilet umum sampai pada pemberian penghargaan Toilet Award. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Toilet sedunia diperingati pada 19 November setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr&gt; &lt;br /&gt;Informasi:&lt;br /&gt;www.worldtoilet.org &lt;br /&gt;www.asosiasitoiletindonesia.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-6086161287388804618?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/6086161287388804618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=6086161287388804618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6086161287388804618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6086161287388804618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/organisasi-toilet-dunia.html' title='Organisasi Toilet Dunia'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8333460663672294915</id><published>2009-10-17T14:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T16:13:21.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Where Is The Closet, Sir?</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Kalau mendengar kata “closet”, apa yang terlintas di benak? Pasti ada di kepala adalah dudukan atau tempat untuk “ngebom” alias buang hajat besar. Padahal arti sebenarnya jauh dari apa yang sekarang menjadi populer.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah kekeliruan yang menjadi “benar” karena kata itu adalah persepsi yang diulang-ulang dan dengan berjalannya waktu akan menghasilkan suatu kebenaran, dalam tanda kutip maupun dalam arti sesungguhnya (&lt;a href=http://www.namidubunus.blogspot.com/2009/05/dari-satu-titik-pandang.html target="_blank"&gt; baca: dari satu titik pandang&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sehingga kita sering menjumpai di toko-toko yang menjual peralatan kamar mandi sering penjualnya menulis “jual closet” atau menuliskan kata “closet” untuk jamban siram atau jamban jongkok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa sih sebenarnya arti kata “closet” tersebut? Menurut kamus, kata “closet” merujuk pada “cabinet or enclosed recess for linens, household supplies, or clothing” atau lemari kecil yang digunakan untuk produk tekstil, peralatan rumah tangga atau pakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa di Indonesia kata itu bisa berarti seperti sekarang ini? Ini karena penggunaan sepotong kata untuk WC (water closet) alias jamban. Orang-orang mengidentifikasikan “water closet” itu tempat untuk buang hajat baik besar maupun kecil, sedangkan jamban siram (flush toilet) atau jamban jongkok didefinisikan sebagai “closet”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WC (water closet) adalah istilah bagi untuk toilet yang digunakan oleh orang Inggris, sedangkan untuk orang Amerika lebih kepada toilet atau rest room. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita konyol mengenai WC ini: &lt;br /&gt;Ceritanya ada orang Indonesia yang bahasa Inggris-nya pas-pasan dan ditugaskan oleh kantornya ke Amerika untuk suatu urusan. Suatu saat ketika orang ini ada di tempat umum, dia merasa ingin membuang hajat. Karena tidak melihat adanya tanda  yang menunjukkan keberadaan toilet, orang ini pun bertanya pada orang Amerika yang kebetulan ada. “I am sorry, Sir. Where is the closet?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ditanya bengong, karena memang tidak ada closet (lemari) di tempat itu dan menjawab “There is no closet here!” Orang Indonesia pun lebih bingung. “Katanya negara modern, tapi nggak ada WC umum!” katanya dalam hati sambil menahan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8333460663672294915?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8333460663672294915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8333460663672294915&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8333460663672294915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8333460663672294915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/where-is-closet-sir.html' title='Where Is The Closet, Sir?'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1068634696758305297</id><published>2009-10-16T04:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T11:01:03.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Getah Pepaya Untuk Mengeluarkan Serpihan Kayu/ Kaca Dari Daging</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;Pernah kesusupan? Itu lho, masuknya serpihan kayu atau kaca atau duri ke bagian tubuh atau daging. Biasanya itu terjadi kalau kita tidak melindungi kaki saat berjalan atau pun tangan waktu melakukan pekerjaan bertukang, misalanya. Rasanya benar-benar nggak enak, nyelekit dan sakit terutama kalau ditekan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang untuk mengeluarkan serpihan dari daging itu dibutuhkan usaha ekstra dan menyakitkan seperti menyayat kulit/ daging di sekitar serpihan itu atau mengorek kulit/ daging lebih dalam dengan jarum atau benda runcing lainnya, untuk mencongkel benda yang bersemayam tersebut. Dan itu sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu cara yang cukup sederhana dan mudah untuk mengeluarkan onak/ duri/ serpihan kaca/ kayu/ pasir atau benda apa pun dari dalam daging/ kulit. Rasa sakit yang ditimbulkannya pun tidak sehebat jika kita mengeluarkannya dengan cara tersebut di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah getah pepaya yang dapat memperlancar keluarnya benda-benda kecil yang menyusup di kulit/ daging tubuh kita. Caranya pun tidak sulit, cukup oleskan getah pepaya yang didapat dari patahan batang daun atau buahnya yang masih hijau. Lalu dengan urutkan pelan-pelan duri/ serpihan kaca/ kayu ke arah luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalau serpihan yang menyusup tidak terlalu dalam, serpihan tersebut akan segera keluar, namun kalau cukup dalam, perlu dicoba satu-dua kali baru serpihan tersebut akan keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena di dalam getah pepaya tersebut terkandung enzim protease pengurai protein dalam darah, akibatnya darah menjadi cair dan tidak pekat, sehingga serpihan itu terdorong keluar bersama mengalirnya darah. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meneteskan getah pepaya atau kulit pepaya di luka yang menganga, karena bisa mengakibatkan darah tidak bisa berhenti mengalir.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1068634696758305297?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1068634696758305297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1068634696758305297&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1068634696758305297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1068634696758305297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/getah-pepaya-untuk-mengeluarkan.html' title='Getah Pepaya Untuk Mengeluarkan Serpihan Kayu/ Kaca Dari Daging'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-2629878269226934562</id><published>2009-10-16T02:18:00.001-07:00</published><updated>2009-10-16T02:43:39.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Sorry Coy, Nggak Mampir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Stg_Kk12GiI/AAAAAAAAAHQ/SjYpP4faAjQ/s1600-h/skip+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Stg_Kk12GiI/AAAAAAAAAHQ/SjYpP4faAjQ/s200/skip+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393130004696930850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;Barack "Barry" Obama akhirnya menunda lawatannya ke Indonesia menjadi entah kapan di tahun 2010. Rencananya November ini, Presiden yang empat tahun menghabiskan masa kecilnya di daerah Menteng itu bakal mampir melihat bekas kampungnya, dalam lawatannya ke sejumlah negara Asia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-2629878269226934562?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/2629878269226934562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=2629878269226934562&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2629878269226934562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2629878269226934562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/sorry-coy-nggak-mampir.html' title='Sorry Coy, Nggak Mampir'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Stg_Kk12GiI/AAAAAAAAAHQ/SjYpP4faAjQ/s72-c/skip+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-4682642224081289575</id><published>2009-10-07T06:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T21:26:46.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alamaak'/><title type='text'>Tolong Kembalikan Pialanya, dong...</title><content type='html'>Salam!&lt;br /&gt;"Jika Anda orang itu, tolong kembalikan". Begitu bunyi sebuah pengumuman di situs resmi penyelenggara penghargaan atas hasil riset yang tidak biasa. Nama penghargaan tersebut adalah Ig Nobel yang juga merupakan sindiran terhadap penyelenggaraan penghargaan atas hasil riset Nobel.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs yang beralamat www.improable.com tersebut mengatakan bahwa "seseorang" yang bukan pemenang Ig Nobel - telah mengambil penghargaan Ig Nobel saat malam penganugerahan tahunan Ig Nobel di Harvard's Sander Theatre Massachusetts, Amerika Serikat, minggu lalu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs itu juga menanyangkan bagaimana rupa penghargaan yang seharusnya diberikan kepada pemenang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ig Nobel adalah penghargaan atas riset yang tidak biasa, nyeleneh dan membuat orang tertawa dan kemudian berpikir, yang dilakukan oleh berbagai kalangan dan telah dilaksanakan sejak tahun 2003. Tahun ini penghargaan tersebut diberikan kepada Stephan Bolliger dengan hasil risetnya berjudul: Lebih baik mana, kepala dipukul dengan botol bir yang berisi penuh atau dengan botol kosong? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan juga diberikan kepada Peter Rowlinson dengan risetnya berjudul: Sapi yang punya nama menghasilkan susu yang lebih banyak ketimbang sapi yang tak punya nama, serta sebuah penemuan Dr. Elena Bodnar atas kutang yang bisa cepat diubah menjadi masker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan itu memang sukses membuat orang tertawa lalu berpikir. Tapi kehilangan piala saat malam penghragaan? Itu membuat saya berpikir, lantas tertawa. Kok bisa ya?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-4682642224081289575?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/4682642224081289575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=4682642224081289575&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4682642224081289575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4682642224081289575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/10/tolong-kembalikan-pialanya-dong.html' title='Tolong Kembalikan Pialanya, dong...'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8615767553710709816</id><published>2009-09-18T23:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T04:40:50.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Selamat Lebaran, Gan...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SsAaJA2KdBI/AAAAAAAAACE/AjM-MXnIMhM/s1600-h/malon-.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SsAaJA2KdBI/AAAAAAAAACE/AjM-MXnIMhM/s320/malon-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386333896483435538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8615767553710709816?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8615767553710709816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8615767553710709816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8615767553710709816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8615767553710709816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/selamat-lebaran-gan.html' title='Selamat Lebaran, Gan...'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SsAaJA2KdBI/AAAAAAAAACE/AjM-MXnIMhM/s72-c/malon-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-6673640515338141226</id><published>2009-09-18T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T04:42:20.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Agar Sayuran Tidak Busuk di Kulkas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.caswells-moms.com/e-shop/images/categories/FreshFruitVegetable.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://www.caswells-moms.com/e-shop/images/categories/FreshFruitVegetable.jpg" border="0" alt="" /&gt;photo courtesy: www.caswells-moms.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa sebelum dan sesudah Lebaran ini adalah waktu yang cukup merepotkan untuk kaum hawa dan Ibu-Ibu yang tetap ingin menghidangkan sayuran hijau segar sebagai santapan di Hari Raya ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak? Hidangan besar yang disiapkan untuk Hari Raya biasanya adalah makanan dengan kadar kolesterol tinggi, bersantan dan rendah serat. Sementara untuk mendapatkan sayuran seperti biasanya, sangat sulit menemukan penjual sayuran yang buka seperti biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan supermarket yang ada, biasanya buka pada menjelang siang, sehingga kadang tidak sempat untuk memasak sayuran pada pagi hari. Kadang kaum Hawa atau para Ibu memborong sekaligus sayur mayur pada saat menjelang Lebaran sebagai stok untuk diolah setelah Lebaran. Sayur mayur itu langsung saja dimasukkan ke dalam kulkas. Berhasilkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk satu-dua hari hal tersebut mungkin saja, namun pedagang sayur mayur biasanya baru berjualan kembali satu minggu sesudah Lebaran, dan mengawetkan sayur mayur ke dalam lemari pendingin tidak efektif untuk 3 hari ke atas. Sayuran yang diawetkan biasanya menjadi rusak / busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menyiasatinya? Ada tip kecil untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan membungkus sayur-mayur yang dibeli dengan kertas koran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya adalah, tiriskan terlebih dulu sayuran yang akan diawetkan sebelum dibungkus dengan koran, sehingga tidak ada kadar air yang berlebihan. Akan lebih baik kalau memang tidak terdapat air dalam sayur-mayur tersebut, namun jangan pula menunggu sayuran tersebut menjadi layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bungkus sayuran dengan kertas koran, lalu simpan di deretan rak untuk sayur-mayur / buah. Agar diingat, setelah pembungkusan dengan koran, tidak perlu untuk dibungkus dengan plastik. Jika hal ini terjadi, maka uap air yang keluar dari sayur-mayur tadi tidak akan keluar terkumpul di plastik dan menjadi titik-titik air yang akan menjadikan sayuran menjadi rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayuran akan lebih tahan lama dan tidak menjadi busuk / rusak. Selamat mencoba!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-6673640515338141226?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/6673640515338141226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=6673640515338141226&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6673640515338141226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6673640515338141226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/agar-sayuran-tidak-busuk-di-kulkas.html' title='Agar Sayuran Tidak Busuk di Kulkas'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1285101807192530530</id><published>2009-09-18T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T19:51:03.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Pulau Jawa Tenggelam Sebagian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Ss85TXuCLtI/AAAAAAAAADw/BNrg6jAcWUE/s1600-h/tenggelam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Ss85TXuCLtI/AAAAAAAAADw/BNrg6jAcWUE/s320/tenggelam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390590283933167314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari menjelang dan sesudah Lebaran adalah hari-hari di mana Pulau Jawa kelebihan beban di satu sisi karena arus mudik... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1285101807192530530?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1285101807192530530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1285101807192530530&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1285101807192530530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1285101807192530530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/pulau-jawa-tenggelam-sebagian.html' title='Pulau Jawa Tenggelam Sebagian'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Ss85TXuCLtI/AAAAAAAAADw/BNrg6jAcWUE/s72-c/tenggelam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-3033616123379246980</id><published>2009-09-17T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T04:57:46.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Sholat Ied Tanpa Koran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/10/sampahkoran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 175px;" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2007/10/sampahkoran.jpg" border="0" alt="" /&gt;gambar courtesy: brahmasta.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebaran tinggal menghitung hari. Sebagian besar bangsa ini akan merayakannya, dan tentunya sebelum saat bersilaturrahmi dengan kerabat, keluarga dan handai taulan, ada kewajiban yang setiap umat muslim tidak akan melewatkannya, yaitu Sholat Ied di masjid atau di tanah lapang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu kenyataan yang membuat saya berpikir saat melihat sebuah tayangan di televisi tentang suasana khotbah Idul Fitri tahun lalu. Tampak dalam gambar tersebut seorang jamaah yang tengah “khusyuk” membaca koran pada saat sang Imam berkhotbah. Koran tersebut tentunya tidak disediakan oleh panitia sholat Ied untuk dibaca sebagai perintang waktu saat khotbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah koran yang dibawa oleh jamaah tersebut, dan banyak jamaah lain, sebagai lembaran atau alas sebelum mereka membentangkan sajadah agar tidak kotor, terutama bagi yang menunaikan sholat di tanah lapang atau di halaman mesjid. Namun yang kemudian terjadi adalah koran tersebut menjadi bahan bacaan bagi jamaah sholat Ied itu selama Imam berkhotbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa itu adalah hak masing-masing orang, namun mungkin saja tulisan ini bisa membuat kita lebih baik lagi dalam melakukan sesuatu, apalagi itu adalah hal yang berkaitan dengan ibadah. Khotbah juga merupakan rangkaian dari sebuah ibadah dalam sholat Jumat maupun dalam sholat Idul Fitri. Ada baiknya jika kegiatan-kegiatan lain ditinggalkan dan tetap khusyuk mendengarkan khotbah sampai selesai. Paling lama 30 menit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya adalah ternyata dalam tayangan televisi tersebut juga diperlihatkan suasana lapangan yang kacau balau setelah sholat Idul Fitri. Koran bekas lambaran/alas sholat bertebaran di penjuru lapangan. Memang, yang saya jumpai di setiap sholat yang menggunakan lapangan sebagai tempat, biasanya ada petugas kebersihan yang memunguti koran-koran yang berserakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasanya diberikan upah oleh panitia untuk membereskan sisa-sisa koran bekas lambaran/alas sholat tersebut, di samping itu, petugas kebersihan tadi bisa mendapatkan uang tambahan dari menjual koran-koran bekas tersebut. Namun, membersihkan lapangan atau halaman masjid dari sampah koran sisa lambaran/alas sholat itu bukanlah perkara yang mudah. Seringkali koran-koran itu berterbangan ditiup angin sampai jauh dari tempat di mana kita sholat, sehingga yang nampak berantakan dengan sampah bukan saja lapangan atau halaman masjid itu, tetapi juga lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita saksikan setiap sehabis sholat di lapangan atau halaman masjid itu sebenarnya bisa kita hindari jika kita tidak membiasakan membawa koran. Banyak yang bisa kita gunakan sebagai ganti alas sholat tersebut, misalnya saja tikar, atau apapun selain koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya adalah menjaga kekhusyukan ibadah. Seperti gambaran yang diilustrasikan di awal tulisan ini, hal-hal yang ada di lembaran koran yang kita bawa kadang bisa mengganggu konsentrasi kita. Apalagi jika koran yang kita bawa kebetulan adalah gambar yang, maaf, agak mengumbar bupati-sekwilda (buka paha tinggi atau sekitar wilayah dada). Hal ini tentunya akan membuyarkan konsentrasi untuk khusyuk menjalankan sholat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, dengan tidak membawa koran, kita bisa menjada lingkungan sekitar tempat tersebut, sehingga tidak berantakan oleh koran bekas. &lt;br /&gt;Namun kalau memang harus membawa koran, karena memang itu mudah dibawa,  dan hanya koran yang tersedia di rumah, setelah sholat, sebaiknya koran tersebut dilipat dan dikumpulkan di satu tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kecil yang kita lakukan tersebuta akan sangat membantu, sehingga petugas kebersihan tidak perlu berpayah-payah untuk mengumpulkan koran yang berserakan tertiup angin. Hitung-hitung sedikit beramal kepada sesama.&lt;br /&gt;Apalagi kalau dalam sholat Ied tersebut panitia ikut mengarahkan jamaahnya untuk melipat koran tersebut dan mengumpulkannya di titik tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tulisan ini agak personal, tetapi sesungguhnya ini mencerminkan budaya kita sehari-hari. Kalau ada yang lebih baik, boleh juga kita terapkan. Taqoballahu minna wa minkuum. Minal aidin wal faidzin.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-3033616123379246980?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/3033616123379246980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=3033616123379246980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3033616123379246980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3033616123379246980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/sholat-ied-tanpa-koran.html' title='Sholat Ied Tanpa Koran'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-6297966829216699588</id><published>2009-09-14T20:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T08:16:04.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Bisakah Kita Tidak Mudik Dengan Motor? (II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.beritajakarta.com/images/foto/mudik%20motor%20bareng%203.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 100px;" src="http://www.beritajakarta.com/images/foto/mudik%20motor%20bareng%203.jpg" border="0" alt="" /&gt;photo courtesy www.beritajakarta.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Angka pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor menurut Dephub tahun 2009 diperkirakan naik sekitar 20% dari tahun lalu. Dengan perkiraan itu, kendaraan bermotor yang membanjiri jalur-jalur mudik ada sekitar 3,9 juta kendaraan roda dua. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, angka kecelakaan pemudik bermotor, walaupun turun tahun sebelumnya, tetap saja terbilang tinggi. Tahun 2008, ada sekitar 585 orang yang tewas dalam usaha mereka berlebaran di kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka tersebut termasuk 70% atau sekitar 400 bikers yang tewas di jalan. Jika dibandingkan dengan jumlah korban jiwa gempa bumi Tasik berkekuatan 7,3 skala Ritcher yang mengguncang Jawa lalu, maka angka kematian pemudik bermotor sangatlah tinggi. Menurut catatan paling akhir, gempa bumi yang juga membuat kepanikan seisi Jakarta itu "hanya" menelan korban meninggal 80 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah angka yang cukup besar mengingat hal itu tidak muncul dalam akumulasi bulanan atau bahkan tahunan, namun hanya dalam hitungan dua minggu (H-7 dan H+7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemudik pemotor dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan, namun tidak ada keterangan waktu yang jelas sejak kapan para pemudik mulai menggunakan motor sebagai alternatif untuk mudik. Dari penelusuran, penulis hanya mendapati tahun di mana mudik motor sudah menjadi fenomena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada artikel menarik yang penulis jumpai mengenai kecenderungan peningkatan penjualan kendaraan bermotor yang signifikan akibat persaingan yang luar biasa terjadi di industri multifinance. Artikel berjudul &lt;a href="http://www.swa.co.id/cetak.php?cid=1&amp;id=198&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.swa.co.id%2Fswamajalah%2Fartikellain%2Fdetails.php%3Fcid%3D1%26id%3D198" target="_blank"&gt;Rame-rame Berpacu Genjot Pasar&lt;/a&gt; itu mengungkapkan fenomena kepemilikan kendaraan bermotor roda dua dari 430 ribu  unit di tahun 1998 naik 100% menjadi 860 ribu unit tahun 2000. Tahun 2001 sebesar 1,57 juta unit, tahun 2002 naik lagi menjadi 2,28 juta unit, dan di 2003 mencapai 2,8 juta unit. Pada 2004 penjualan motor diprediksi 3,4 juta unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingat pada waktu itu juga menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;costumer&lt;/span&gt; sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dealer&lt;/span&gt; motor dengan skema pembiayaan kredit, tanpa uang muka. Kalau kita tarik garis, maka fenomena mudik motor bisa dikatakan dimulai pada sekitar 2001-2002. Berarti sudah sekitar delapan tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bisakah kita tidak mudik dengan motor, mengingat korban jiwa, luka-luka dan, tentunya, korban perasaan begitu besar. Mengingat pula kendaraan roda dua ini memang tidak didesain dan diciptakan untuk perjalanan super jauh. Jawabannya sangat tergantung pada pengambil keputusan dan pengurus negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja terletak pada Departemen Perhubungan selaku penanggungjawab operasional, namun juga pada otoritas pengambil keputusan dalam hal ini presiden. Darmaningtyas, pengamat transportasi, dalam artikelnya &lt;a href="http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A57&amp;cdate=12-SEP-2009&amp;inw_id=695458" target="_blank"&gt;Mengoptimalkan angkutan Lebaran, Pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi subsidi angkutan&lt;/a&gt; mencatat bahwa sejak Lebaran 2008 di Pulau Jawa tidak ada masalah lagi, karena pada saat itu bus-bus jarak jauh kekurangan penumpang sampai pada H-1 alias kelebihan kapasitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah adalah ongkos tiket moda transportasi massal seperti bus dan kereta api yang tak terjangkau. Dalam bagian lain artikel tersebut, Darmaningtyas mengusulkan untuk mensubsidi angkutan Lebaran mengingat Lebaran adalah peristiwa kultural dan bukan peristiwa yang sebenarnya patut untuk, terutama pemerintah, menangguk keuntungan besar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsidi ini, menurut penulis, seharusnya bisa dilakukan dan angkanya dipastikan jauh dari angka "subsidi" bank bermasalah. Tinggal lagi mekanisme teknis pelaksanaannya, jangan sampai subsidi berjalan, tetapi harga tiket tetap mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang bisa pemerintah lakukan adalah dengan lebih mengoptimalisasikan peran perusahaan-perusahaan baik swasta maupun BUMN untuk ikut memikirkan memikirkan masyarakat yang hendak mudik tersebut. Pemerintah dapat memberikan potongan pajak yang cukup bagi perusahaan-perusahaan yang ikut menyediakan angkutan umum untuk mudik, sebagai salah satu kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pemerintah juga perlu membenahi kesemwrawutan dan ketidaknyamanan di terminal-terminal keberangkatan sampai pada kemacetan di jalur mudik (terutama di Pulau Jawa). Apa sebab? Kesemrawutan, ketidaknyamanan menggunakan moda angkutan bus dan kereta api menjadikan calon pemudik urung untuk pulang kampung dengan moda transportasi tersebut (&lt;a href="http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/bisakah-kita-mudik-tidak-dengan-motor-i.html" target="_blank"&gt;menggunakan motor lebih simpel ketimbang harus mengantri keberangkatan di terminal/stasiun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu caranya mungkin dengan mengklasifikasi tiket yang dikeluarkan. Misalnya, tiket diberi warna menurut keberangkatan, sehingga jika ada pemilik tiket yang tidak sesuai dengan harinya, pemudik tidak boleh berangkat. Hal ini untuk menghindari menumpuknya penumpang di terminal-terminal keberangkata, di samping sebagai pengaturan agar arus kendaraan tidak keluar diwaktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik bukan sebuah masalah, ia adalah kegiatan sakral yang dilakukan rutin tiap tahun. Orang-orang akan dengan segala cara untuk bisa sampai ke kampung halamannya dengan cara apapun, termasuk dengan kendaraan roda dua dengan segala ketidaknyamanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika pemudik bermotor mempunyai pilihan yang lebih ketimbang mudik dengan kendaraan roda dua, siapa yang hendak berpegal-pegal pantat, menahan dingin malam yang dan panas siang yang sangat di atas kendaraannya. Berharap perjuangan mereka di jalan terbayarkan dengan nikmatnya silaturrahmi di kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="0.7em"&gt;&lt;hr /&gt;PUSTAKA:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.globalnews-indonesia.com/?id=selengkapnya&amp;&amp;idcontent=20090827170744&amp;&amp;title=Berita%20Utama" target="_blank"&gt;Lebaran 2009 Diprediksi... www.globalnews-indonesia.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://geospasial.bnpb.go.id/2009/09/10/peta-korban-jiwa-luka-dan-mengungsi-akibat-gempa-tasikmalaya-jawa-barat-update-10-september-2009-pukul-17-00-wib/" target="_blank"&gt;Peta Korban Jiwa... geospasial.bnpb.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.swa.co.id/cetak.php?cid=1&amp;id=198&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.swa.co.id%2Fswamajalah%2Fartikellain%2Fdetails.php%3Fcid%3D1%26id%3D198" target="_blank"&gt;Rame-rame Berpacu Genjot... www.swa.co.id&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A57&amp;cdate=12-SEP-2009&amp;inw_id=695458" target="_blank"&gt;Mengoptimalkan angkutan Lebaran... www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-6297966829216699588?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/6297966829216699588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=6297966829216699588&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6297966829216699588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6297966829216699588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/bisakah-kita-tidak-mudik-dengan-motor.html' title='Bisakah Kita Tidak Mudik Dengan Motor? (II)'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-3928589998428213542</id><published>2009-09-07T05:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:22:15.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Bisakah Kita Mudik Tidak Dengan Motor? (I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kaltimpost.co.id/uploads/berita/dir28092008/img2809200869021.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 120px;" src="http://www.kaltimpost.co.id/uploads/berita/dir28092008/img2809200869021.jpg" border="0" alt="" /&gt;photo courtesy kaltimpost.co.id&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Jam di lengan Suparno, sebut saja begitu, menunjukkan pukul 2 pagi. Motor yang dipacunya dengan kecepatan tinggi baru saja memasuki gerbang perbatasan Kota Lawang, Malang, puluhan kilometer lagi menuju kampung halaman. Si kecil terlihat pulas di dekapan sang Bunda.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaket yang dikenakannya, tak lagi sanggup menahan angin dingin dinihari Lawang, tapi Suparno bergeming, tak hendak mengendurkan laju kendaraan, apalagi menepi untuk sekadar mengendurkan urat syaraf, menghangatkan badan dan membiarkan aliran darah kembali lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat ratusan kilo meter yang telah dilewatinya dan puluhan jam yang dihabiskan sejak berangkat dua hari lalu dari kediamannya di Tangerang, Banten. Terbayang sudah ramainya suasana silaturahim dengan kerabat dan sanak keluarga kampungnya yang sesaat lagi bakal dirasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan penduduk untuk bersantap sahur baru saja dimulai. Dari kejauhan terdengar tetabuhan dibunyikan sekelompok orang untuk membangunkan penduduk agar mempersiapkan diri bersahur. Motor yang dikendarai Suparno baru saja masuk perbatasan desa. Dari sini tinggal menghitung menit untuk sampai di rumah Bapak-Ibu tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cerita yang dibawanya. Tentang kehidupannya, &lt;i&gt;kulakan&lt;/i&gt; pasarnya yang makin maju, rumah tangganya yang bulan lalu memasuki usia kelima. Juga cerita lain mengenai si kecil, buah perkawinannya dengan isteri tercintanya, yang kini tengah lucu-lucunya, yang tak bisa bertemu Eyang Kakung dan Mbah Uthi-nya tahun lalu karena masih terlampau kecil untuk diajak bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perjalanan Suparno berakhir pada rumah sederhana dengan pekarangan luas di sisi jalan, adalah rumah pasangan suami-isteri tua berumur sekitar 60 tahun. Mesin motornya pun segera ia matikan sesaat memasuki halaman rumah. Dari dalam rumah, sang empunya menyadari telah kedatangan tamu dan bersiap menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suparno dan isteri merasa lega. Akhirnya perjalanan panjang itu berakhir juga. Turun dari motor, sang Bunda berinteraksi dengan si kecil. Bocah berusia dua tahun itu hanya terdiam. "Tidurnya pulas sekali" pikirnya, namum karena posisinya tak berubah, kekuatiran tiba-tiba saja menjalar. Sekujur tubuhnya begitu dingin dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bunda lalu memeriksa nafas buah hatinya tersebut, namun satu-satunya tanda kehidupan yang Ia harapkan tidak pula terdeteksi. Meledaklah tangis Ibu-Bapak itu. Anak mereka satu-satunya telah berpulang. Harapan hendak bersilaturahmi dan melewatkan saat-saat Lebaran dengan kebahagiaan pupus sudah. Berganti dengan kedukaan yang begitu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit kisah di atas bukan semata isapan jempol. Hal tersebut benar-benar terjadi dan menimpa salah seorang rekan kantor isteri penulis. Tragisnya kejadian itu begitu kontras dengan apa diinginkan semula yaitu bisa berkumpul dan bersilaturrahmi di Hari Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada apa dengan motor?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bermudik dengan kendaraan roda dua adalah laksana sebuah pertaruhan, perjuangan besar yang kadang harus dibayar bahkan dengan nyawa. Catatan angka kecelakaan yang terjadi tahun 2008 dari sebanyak 1.254 kecelakaan lalu lintas terdapat korban jiwa 585 orang. Dari angka itu, persentase untuk pengendara motor mencapai 70% atau sekitar 400 nyawa bikers melayang. Wow! Sebuah angka yang bisa disamakan dengan bencana alam, mengingat rentang waktunya yang cukup singkat, hanya sekitar 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataan-kenyataan tersebut juga tidak menyurutkan minat para pemudik motor untuk memacu kendaraannya menuju tanah tercinta, kampung halaman, walaupun dengan berbagai rintangan yang harus dilalui. Lalu apa yang menyebabkan para pemudik melirik motor sebagai alternatif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pertama dan yang paling klasik adalah keterbatasan ekonomi. Di saat libur Lebaran, sebagaimana kita maklumi, tiket mudik baik menggunakan moda transportasi bus, kereta api, maupun pesawat terbang ludes atau menghilang bahkan jauh sebelum menjelang Hari Raya. Kalau pun ada harganya menjadi tak cukup selangit, bahkan berlangit-langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melalui Menteri Perhubungan memang mensubsidi tarif kereta api kelas ekonomi, tapi mengharap mendapatkan tiket super murah itu seperti mengharapkan undian milyaran rupiah. Belum lagi, siapa yang menjamin bakal tidak ada ulah nakal calo yang mengambil keuntungan sesaat dengan menawarkan tiket sampai berlipat-lipat dari harga aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, mau tak mau kita akan berhitung. Ambil rata saja jika mudik dengan bus ke wilayah di Jawa Tengah misalnya membutuhkan biaya Rp150.000 untuk satu orang, maka untuk satu keluarga dengan tanpa anak, setidaknya perlu merogoh kocek Rp300.000 hanya untuk transportasi saja. Belum ongkos lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mudik dengan kendaraan bermotor roda dua? Satu liter bensin premium yang seharga Rp4.500 bisa untuk menempuh jarak +/- 40 km. Jarak Jakarta-Semarang, misalnya, sekitar 423 km, maka hanya membutuhkan +/- 11 liter bensin atau hanya Rp49.500 untuk dua penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruhlah sebelum keberangkatan pemudik perlu perbaikan dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tune-up &lt;/span&gt; motor, maka setidaknya pemudik motor harus merogoh kocek Rp100.000 - Rp150.000. Namun tetap saja masih lebih murah ketimbang harus naik kereta api ataupun bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua adalah mudik dengan motor itu mudah, simpel. Sementara jutaan orang mengantri keberangkatan di terminal-terminal bus atau stasiun kereta api, pemudik motor bisa langsung memacu kendaraannya ke kampung tanpa harus berpayah-payah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, karena membludaknya arus pemudik, biasanya terjadi kemacetan yang luar biasa sepanjang jalur mudik, namun hal tersebut tidak berlaku untuk kendaraan roda dua. Bentuknya yang "langsing" membuat pengemudi bisa memanfaatkan jalan "setapak" yang disisakan kendaraan roda empat ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah alasan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;prestige&lt;/span&gt;, di mana para pemudik motor bisa menaikkan derajat kegengsian mereka di kampung halaman dengan motor yang dibawanya. Belum lagi motor adalah sarana transportasi yang efektif untuk bersilaturrahmi dengan sanak keluarga yang berbeda kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut penulis yang terakhir dan tak kalah adalah faktor atau alasan, sebut saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;having fun&lt;/span&gt;. Saat ini banyak orang, terutama di kalangan remaja yang memanfaatkan momen mudik sebagai ajang piknik. Dengan rekan-rekan bikers (komunitas), remaja-remaja itu menjadikan mudik Lebaran sebagai ajang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;show off&lt;/span&gt; komunitas mereka, lengkap dengan bendera, jaket dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;emblem&lt;/span&gt;. Menyenangkan memang! (bersambung...) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="0.7em"&gt;&lt;/ hr&gt;PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.halohalo.co.id/berita/komenta.../1/1/2068/Kecelakaan%20Mudik%202008%20Capai%201520.htm"&gt;Kecelakaan Mudik 2008... www.halohalo.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1224027192&amp;c=NAS&amp;s="&gt;Sepeda Motor Dominasi Kecelakaan... www.antara.co.id&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-3928589998428213542?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/3928589998428213542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=3928589998428213542&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3928589998428213542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3928589998428213542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/bisakah-kita-mudik-tidak-dengan-motor-i.html' title='Bisakah Kita Mudik Tidak Dengan Motor? (I)'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-9215181682879153943</id><published>2009-09-03T00:17:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:57:35.943-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Gula itu Tak Lagi Manis...</title><content type='html'>Belum berselang lama saat penulis berbelanja di supermarket dekat rumah sekaligus mengecek langsung berapa harga Gulaku Premium dan Gulaku Pouch untuk bahan perbandingan kedua produk gula pasir kemasan tersebut (baca: &lt;a href="http://namidub-unus.blogspot.com/2009/08/gulaku-pouch-butuh-kemewahan-gula-pasir.html"&gt;Gulaku Pouch: Butuh Kemewahan Gula Pasir?&lt;/a&gt;).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat kemarin penulis kembali lagi ke supermarket tersebut untuk berbelanja kebutuhan mingguan, harga gula pasir sudah melambung lagi. Saat ini, gula pasir dibandrol dengan harga Rp10.900 s.d Rp11.000. Kemungkinan harga tersebut akan terus merambat naik seiring meningkatnya permintaan menjelang hari raya Lebaran. Bahkan di beberapa daerah di luar Jawa, harganya sudah menyentuh level Rp15.000 per kilo gramnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berarti gula pasir mengalami kenaikan Rp4.500 per kg atau sebesar 64% dari harga di bulan yang sama tahun lalu yang sekitar Rp6.500 per kilogramnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butiran-butiran kristal putih manis ini memang sedang jadi primadona belakangan ini. Seperti disampaikan oleh Biro Pusat Statistik (BPS), gula pasir ikut menyumbang angka inflasi sebesar 0,5%. Apalagi saat puasa dan menjelang Lebaran, otomatis konsumsi gula meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak? Saat berbuka puasa, sebagian besar orang akan berbuka dengan minuman manis. Bisa es sirup yang berbahan dasar gula, kolak yang membutuhkan gula, sampai yang paling sederhana yaitu teh manis hangat. Dan ini dilakukan secara bersamaan oleh setidaknya, 180-an juta umat Islam di Indonesia yang tengah berpuasa sebulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, kalau satu orang mengkonsumsi 30 gram saja untuk teh manis pada saat berbuka dan saur, maka total tambahan konsumsi gula nasional akan bertambah 5.400 ton dari rata-rata konsumsi nasional 220.000 ton. Ditambah usaha rumahan dadakan yang bermunculan memanfaatkan momen bulan puasa, seperti usaha pembuatan makanan/minuman untuk berbuka/ta'jil (kolak, dll) yang tentunya membutuhkan gula pasir. Belum lagi industri makanan skala menengah-besar yang juga membutuhkan gula pasir (baik rafinasi maupun raw) yang kebutuhan akan gulanya menjadi berlipat ganda dari biasanya untuk mengantisipasi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan faktor puasa saja yang membuat harga gula di tingkat eceran naik terus. Hal itu juga dipengaruhi oleh karena memang harga gula dunia tengah berada di posisi tertinggi 50 tahun terakhir. Saat ini di pasaran internasional harganya sudah menyentuh level US$569 per ton-nya. Bandingkan dengan harga gula dunia pada 2004 yang hanya berkisar US$200 - US$250 per ton-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini diakibatkan, salah satunya, karena Brazil sebagai negara penyuplai gula pasir terbesar dunia mengubah kebijakan perkebunan tebunya dari tadinya dijadikan gula pasir dalam porsi yang besar dan sisanya dibuat menjadi ethanol, tetapi dengan melambungnya harga minyak dunia beberapa tahun lalu membuat negara tersebut banting setir dengan menggenjot produksi ethanol yang merupakan bahan baku BBM. Sehingga persentase tebu untuk dibuat menjadi gula pasir lebih kecil ketimbang untuk dijadikan ethanol. Ditambah lagi Thailand dan India yang biasanya menjadi negara pengekspor gula, tahun ini berbalik menjadi pengimpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kenaikan harga gula ini sudah diprediksi oleh Beghin dan Aksoy (2003)dalam studinya yang dikutip oleh Ir. Wayan Susila, seorang peneliti di Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) dalam artikelnya &lt;a href="http://www.ipard.com/art_perkebun/may24-06_wrs02.asp" target="_blank"&gt;Momentum Emas Kejayaan Kembali Industri Gula Indonesia&lt;/a&gt;, bahwa harga gula bakal naik 30% - 40% tiap tahunnya, kalau kondisi seperti yang terjadi di Brazil itu berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, dalam artikel itu juga disebutkan bahwa Indonesia adalah pengekpor gula nomor dua di dunia pada sekitar tahun 1930. Sedikitnya ada 179 pabrik gula di tahun itu, namun saat ini hanya tinggal 60 pabrik dengan teknologi zaman &lt;span style="font-style:italic;"&gt;baheula&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti sekarang (harga gula tinggi), sudah selayaknya pemerintah ikut berperan membangun industri ini dengan berinvestasi di sektor perkebunan dan pabrik gula. Apalagi kalau swasta juga mau ikut menanamkan modalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi seusai Rakor Gula tempo hari sebagaimana dilansir detikfinance.com "Kita punya industri yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;happy&lt;/span&gt; dari teman-teman kita yang ada di Lampung. Kita punya potensi untuk membuat industri gula seperti itu,". Pernyataan pejabat itu mungkin merujuk pada pabrik gula swasta sekaligus perkebunannya yang ada di Lampung milik Sugar Group Company (pemroduksi gula dengan merek Gulaku)yang saat ini sedikit-banyak tengah menikmati kenaikan harga gula dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berkat pandangan ke depan bisnis si empunya perusahaan yang melihat produk komoditas ini bisa diolah lebih baik lagi dan mendatangkan keuntungan. Lihat saja produk Gulaku yang mendominasi produk gula yang ditawarkan di pasar swalayan, besar maupun kecil dan mendapat tempat tersendiri di hati konsumen gula pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebu di samping gula pasir juga menghasilkan berbagai produk turunan yang beragam di samping produk utamanya yaitu gula pasir yang berguna bagi kalangan industri seperti bio-ethanol (ethanol), sampai pada ampasnya yang juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sebagaimana artikel yang ditulis Risvan Kurvurj seorang peneliti pergulaan (&lt;a href="http://www.risvank.com/ampas-tebu-dan-produk-turunannya.html" target="_blank"&gt;Ampas Tebu dan Produk Turunannya&lt;/a&gt;), sehingga jika harga gula turun atau menunjukkan gejala penurunan, pengusaha atau petani tebu bisa menjadikannya BBM, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pula ikut terhembus dari hasil Rakor pada tanggal 1 September 2009 tersebut adalah pemerintah akan mengalokasikan dana APBN tahun 2010 untuk membangun setidaknya 3 pabrik gula dengan kapasitas produksi 10.000 batang tebu per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu baru terealisasi paling cepat tahun depan, dengan catatan semuanya berjalan sesuai rencana. Saat ini, di saat bulan puasa dan menjelang Hari Raya Lebaran, serta harga gula dunia yang terus mengalami kenaikan harga gula di tingkat eceran mau tak mau ikut terkerek. Bagi konsumen, kalau ini terjadi terus, bisa-bisa: gula itu tak lagi manis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;font size="0.8em"&gt;&lt;br /&gt;PUSTAKA:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2009/06/19/277/231032/277/pasokan-gula-jelang-puasa-lebaran-aman"&gt;Pasokan Gula Jelang Puasa - Okezone.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ipard.com/art_perkebun/may24-06_wrs02.asp"&gt;Momentum Emas Kejayaan - Ir. Wayan R. Susila&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2009/09/01/192311/1194253/4/ri-bangun-3-pabrik-gula-di-2010" target="_blank"&gt;RI Bangun 3 Pabrik - detikfinance.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.risvank.com/ampas-tebu-dan-produk-turunannya.html" target="_blank"&gt;Ampas Tebu dan Produk Turunannya - Risvan Kurvurj&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-9215181682879153943?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/9215181682879153943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=9215181682879153943&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/9215181682879153943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/9215181682879153943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/09/gula-itu-tak-lagi-manis.html' title='Gula itu Tak Lagi Manis...'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-3348332715778252595</id><published>2009-08-19T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:58:03.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Gulaku Pouch: Butuh Kemewahan Gula Pasir?</title><content type='html'>Wajah koki itu terlihat begitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;excited&lt;/span&gt; dengan bahan-bahan yang dipergunakannya.  Tepung terigu, telur, dan bahan-bahan lain menyatu sempurna, namun adalah serpihan-serpihan kristal putih yang dituangnya yang menjadikan &lt;em&gt;pastry&lt;/em&gt; buatannya begitu luar biasa. Kembali butiran-butiran kristal putih kecil berjatuhan dituang dari kemasannya yang mewah. Lamat-lamat terdengar&lt;span style="font-style:italic;"&gt; backsound jingle&lt;/span&gt; dari penggalan lagu Group Band The Archies yang ngetop di penghujung tahun 60-an, Sugar-Sugar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ilustrasi iklan Gulaku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pouch&lt;/span&gt; yang diluncurkan Sugar Group Company, sebuah perusahaan produsen dan pemurnian gula pasir yang cukup mempunyai nama di Indonesia beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, masuknya Gulaku sebagai pemain di pasar gula pasir dengan inovasinya telah mengangkat derajat komoditas sembako itu lebih tinggi dari tadinya hanya produk yang berkutat di pasar-pasar tradisional dan warung-warung kelontong, menjadi produk yang hadir di toko-toko berpendingin ruang, bersih dan mewah. Gula pasir di tangan Sugar Group Company naik kelas dan bukan hanya menjadi produk kebutuhan pokok semata, namun juga prestisius. Dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tagline&lt;/span&gt; yang kuat, didukung pencitraan dan hasil akhir produk yang baik, nama Gulaku telah menancap kuat di benak para konsumennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja tanya ibu-ibu rumah tangga terutama pasangan muda mengenai komsumsi gula pasir mereka. Penulis berani bertaruh, pastilah Gulaku yang menjadi pilihan mereka. Sebagai contoh konkrit adalah isteri penulis yang juga mengkonsumsi produk yang sama. "Gulanya lebih kering, lebih bersih" begitu katanya. Soal harga memang agak lebih tinggi ketimbang gula pasir lainnya. Hal itu tidak menjadi masalah, karena selisihnya tidak sampai pada bilangan ribuan, tapi produk dan kemasan Gulaku lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idenya sebenarnya sangat sederhana, hanya mengemas gula pasir dengan kemasan yang baik dan menarik. Walaupun begitu Sugar Group Company, produsen Gulaku memang mempunyai perkebungan tebu, pabrik dan rafinasi (pemurnian) gula, sehingga keberlangsungan tersedianya produk ini di pasaran tidak tergantung pasokan. Berbeda jika Sugar Group hanya menjadi pengemas tanpa menguasai &lt;em&gt;core&lt;/em&gt; produksi itu sendiri. Hal ini tentunya sangat berisiko manakala pemain lain ikut pula bermain dengan pola sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan memang didapati gula pasir yang dikemas ulang oleh para peritel besar seperti Alfamart, Indomart, Giant bahkan Carrefour. Namun, hal ini tidak secara signifikan mengurangi minat konsumen Gulaku untuk berpindah ke lain hati. Hal ini di samping karena sudah sangat kuatnya pencitraan Gulaku, faktor lainnya adalah para peritel itu tidak secara menyeluruh bermain di sektor tersebut, namun mereka hanya ingin mendapatkan nilai tambah dari apa yang dijual di toko-toko mereka. Bukan sekadar menjual gula pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mendompleng sukses Gulaku, saat ini Sugar Group Company mencoba mengangkat derajat komoditas jualannya setingkat lebih tinggi lagi dengan meluncurkan Gulaku Pouch. Gula pasir dengan kemasan super mewah dan saat ini sudah tersedia di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hyper, super&lt;/span&gt; dan mini-market di kota-kota besar di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang ini adalah gula pasir kelas teratas yang dijual di Tanah Air. Kemasannya di desain super mewah. Selain memang penuh warna, terdapat corong khusus untuk menuang jika ingin menggunakannya, sehingga tidak tumpah dan berantakan. Butiran gula pasirnya lebih halus dari Gulaku premium kemasan satu kilogram.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pouch (kantong) itu sendiri bisa sekaligus digunakan sebagai wadah, sehingga konsumen yang biasanya kerepotan harus memindahkan gula pasir ke dalam tempat berupa toples, dengan kemasan ini hal itu tidak perlu lagi dilakukan. Sebagaimana termuat dalam infografis pada kemasannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan selisih harga yang jauh lebih tinggi, produk tersebut boleh dibilang berani. Untuk satu kantongnya dengan berat 750 gram, di pasaran Gulaku Pouch dibandrol dengan harga Rp10.800. Bandingkan dengan Gulaku Premium yang satu kilogramnya dijual Rp9.800. Itu berarti jika menggunakan ukuran satu kilogram, maka ada selisih harga sekitar Rp2.150.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasannya yang minimalis (ukuran lebih sedikit) dan selisih harga yang mencapai Rp2.150 konsumen terutama kelas menengah tentunya akan berpikir ulang untuk membeli produk ini. Pertanyaan yang sederhana adalah perlukah membeli kemasannya, karena yang dibutuhkan adalah isinya, bukan bungkusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulaku Premium ukuran satu kilogram yang ditawarkan selama ini sudah mengena di hati para konsumennya, sehingga perlu usaha yang kuat untuk mengkomunikasikan kepada calon konsumen mengapa mereka membutuhkan Gulaku Pouch, di samping kepraktisan dan kemewahannya tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang Gulaku Pouch hadir ke pasaran tanpa saingan yang berarti. Satu-satunya pesaing justru datang dari produk sendiri yaitu Gulaku Premium yang menawarkan harga lebih murah dan ukuran lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-3348332715778252595?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/3348332715778252595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=3348332715778252595&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3348332715778252595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3348332715778252595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/08/gulaku-pouch-butuh-kemewahan-gula-pasir.html' title='Gulaku Pouch: Butuh Kemewahan Gula Pasir?'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-4078201454061301639</id><published>2009-08-17T05:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:27:44.595-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Pulau Untung Jawa: Pulau Sepenggalan Lagu</title><content type='html'>Pilih satu lagu, lalu berjalanlah dengan langkah biasa dari ujung pulau yang satu ke ujung pulau lainnya. Niscaya belum sampai lagu itu selesai, kita sudah berada di ujung pulau satunya. Ini menggambarkan betapa mungilnya Pulau Untung Jawa yang terletak di Utara Jakarta ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situs resmi kepemerintahan Kepulauan Seribu, pulau ini hanya seluas 158 ha. Bandingkan dengan luas kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno yang 279 ha, berarti itu hanya setengah lebih sedikit dari kompleks olahraga kebanggaan bangsa ini. Dengan penduduk sekitar 1.800 jiwa atau 500 kepala keuarga, Pulau Untung Jawa adalah pulau kecil yang padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses masuk ke salah satu dari 120 yang termasuk Kepulauan Seribu ini bisa ditempuh dari beberapa titik. Dari Jakarta misalnya, kita bisa menyeberang ke pulau ini melalui Marina Ancol, Muara Angke dan Tanjung Pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Marina Ancol kita harus menyewa speedboat dengan tarif Rp8 juta. Dengan tarif setinggi itu, hampir tidak ada yang pelancong dengan tujuan Pulau Untung Jawa yang melalui akses yang satu ini. Yang kedua adalah dari Muara Angke. Sebenarnya dari Muara Angke bukanlah akses secara langsung ke Pulau Untung Jawa, karena sejatinya rute yang tersedia adalah Muara Angke-Pulau Pramuka, Muara Angke Pulau Tidung dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena letaknya di tengah-tengah rute-rute itu, kapal motor bisa singgah sebentar jika ada penumpang yang ingin ke Pulau Untung Jawa. Akses yang ketiga dan yang paling umum digunakan adalah melalui Tanjung Pasir. Dari wilayah ini puluhan kapal motor setiap hari berlalu-lalang mengangkut apa saja, mulai manusia, bahan makanan sampai motor. Dari dan ke Pulau Untung Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Pulau Untung Jawa adalah pemukiman penduduk biasa, namun makin banyaknya pelancong yang berkunjung ke pulau itu, merupakan berkah tersendiri bagi penduduk pulau tersebut. Inung, sebut saja begitu, misalnya. Perempuan paruh baya yang menyewakan ban-ban bekas untuk berenang ini mampu meraup rezeki setidaknya Rp20.000 per hari dari usahanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbondongnya pengunjung ke pulau itu, penduduk di sana jadi mempunyai pekerjaan lain di samping menjadi nelayan. Penjual makanan/minuman, sampai jadi pengusaha "hotel" kecil-kecilan dengan menyewakan kamar-kamar atau rumah mereka untuk bermalam. "Kalau malam Minggu atau hari libur, banyak yang menginap di sini" begitu kata Inung yang juga menawarkan rumahnya kalau satu saat saya berkeinginan untuk menginap. "Di rumah saya saja, &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; ada siapa-siapa" ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya seperti anak-anak Pulau Untung Jawa lainnya yang SMA atau sederajat bersekolah ke luar pulau. "SD, SMP di sini, tapi kalau SMA ke Tangerang, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge-kost. Pulangnya sebulan sekali&lt;/span&gt;" jawabnya ketika ditanya bagaimana perempuan itu menyekolahkan anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara suaminya melaut sampai ke "negeri" seberang dan baru pulang berhari-hari kemudian. "Suami saya cari ikan sampai ke Sumatra, seminggu sekali baru pulang" ujar perempuan yang sudah menetap di pulau ini sejak tahun 80-an itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Untung Jawa masuk dalam wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Tercatat ada 120 pulau tersebar dan menjadi bagian wilayah tersebut. "Itu Pulau rambut" kata Inung menunjuk daratan tak jauh dari Pulau Untung Jawa. "Pulau itu hanya dihuni oleh burung-burung, monyet dan binatang reptil. Kita bisa pergi ke sana dengan menyewa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;speedboat&lt;/span&gt;" sejurus dia menerangkan pulau-pulau di sekeliling pulau yang dihuninya bersama keluarga selama puluhan tahun. Tentang pulau Bidadari yang lebih indah. Tentang pulau Onrust yang tak berpenghuni dan agak menyeramkan. Tentang Jakarta daratan yang terlihat sangat dekat tetapi terasa amat jauh dari pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini tak ada mobil" ujarnya lagi di lain kesempatan pembicaraan. "Kemarin dulu, Pak Fauzi (Gubernur DKI Jakarta saat kunjungan ke pulau ini beberapa waktu lalu) bawa mobil ke sini, tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; bisa masuk" lanjutnya. Konon, Gubernur DKI itu yang memerintahkan agar pengunjung yang masuk ke pulau itu digratiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk di pulau ini menyadari betul betapa pelancong yang datang berbondong-bondong ke wilayahnya adalah sebuah berkah tersendiri. Kesadaran ini juga yang membuat Inung dan penduduk pulau lainnya bersama-sama menyisir sampah-sampah yang berserakan di pantai saban harinya, sehingga pantai Pulau Untung Jawa relatif terjaga kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah penduduk yang padat menyatu dan berbaur begitu saja dengan pelancong-pelancong yang menghabiskan waktu mereka di pulau ini. Tidak ada perbedaan "kasta" antara penduduk dan para pelancong yang menghabiskan waktu di sini. Semua terhubung dengan sebuah kenyataan sederhana, saling membutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat perahu terakhir bertolak ke Tanjung Pasir, ada harapan yang selalu terbias di benak para penduduk Pulau Untung Jawa, juga di benak Inung, penyewa ban. "Kembalilah lagi ke sini, ke Pulau Untung Jawa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Baca juga: &lt;a href="http://namidub-unus.blogspot.com/2009/08/bukan-bali-bukan-bunaken-cuma-pulau.html"&gt;Bukan Bali, Bukan Bunaken, Cuma Pulau Untung Jawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://namidub-unus.blogspot.com/2009/08/wisata-murah-meriah-ke-pulau-untung.html"&gt;Wisata Murah Meriah Ke Pulau Untung Jawa&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-4078201454061301639?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/4078201454061301639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=4078201454061301639&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4078201454061301639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4078201454061301639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/08/pulau-untung-jawa-pulau-sepenggalan.html' title='Pulau Untung Jawa: Pulau Sepenggalan Lagu'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-7927130668104396292</id><published>2009-08-17T03:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:28:10.658-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Wisata Murah Meriah ke Pulau Untung Jawa</title><content type='html'>Sesuatu yang bagus biasanya identik dengan harga yang tinggi. Demikian juga dengan pemilihan tempat untuk berwisata. Tempat-tempat wisata yang menarik dikunjungi biasanya dibutuhkan biaya ekstra untuk mendatanginya. Entah karena tempatnya yang jauh sehingga membutuhkan biaya transportasi yang besar, maupun layanan yang mahal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, bagi saya yang berkantong cekak ini tentunya harus berpikir ulang jika menentukan pilihan untuk berpelancong bersama keluarga. Mungkin pilihannya... Ragunan lagi, Ragunan lagi. Walaupun terkadang yang utama adalah kemeriahan dan keceriaan seisi keluarga, terutama anak-anak, namun boleh &lt;em&gt;dong&lt;/em&gt; mencari tempat yang agak representatif dan, lagi-lagi tidak menguras isi kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat wisata rame alias murah meriah (persis apa yang diiklankan operator seluler--agak &lt;em&gt;nggak nyambung&lt;/em&gt; ya?) adalah Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu. Pulau yang masih masuk wilayah Jakarta Utara ini mempunyai pantai yang bersih dan berpasir putih. Lautnya biru dengan air yang cukup jernih, membuat pelancong tak kuasa menceburkan diri dan bermain air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menariknya untuk menikmati suasana pantai yang demikian tidaklah memerlukan biaya yang besar. Menurut hitung-hitungan yang saya buat, untuk menghabiskan waktu bersama keluarga (isteri dan dua orang anak) cukup mengeluarkan biaya tak lebih dari Rp50.000 (dengan catatan, yang dihitung adalah untuk jalan dan masuk lokasi wisata). Cukup hemat, bukan? Berikut hitungannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju kawasan wisata Tanjung Pasir dari Jakarta p.p. tak perlu menghabiskan bensin satu tangki penuh. Katakan isi penuh kendaraan roda dua kita sebelum berangkat, 3 liter bensin dikalikan dengan Rp4.500 sama dengan Rp13.500. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk kawasan Tanjung Pasir dan biaya parkir motor biasanya dikenakan biaya Rp10.000. Tarif ini berlaku untuk pelancong pulang hari itu juga, namun jika menginap, dikenakan biaya tambahan Rp5.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memarkirkan kendaraan, kita diajak untuk berpetualang menaiki kapal motor. Kalau di Ancol, pengunjung biasanya ditawari berwisata naik kapal motor berkeliling laut sekitar pantai selama +/- 10 menit dengan biaya Rp5.000 per kepala, di Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa kita wajib untuk menaikinya. Anggap saja kita sedang diajak berputar-putar dengan kapal motor, sama seperti yang dilakukan di Pantai Ancol. Hanya saja jarak dan waktu tempuhnya yang agak lama, sekitar 20 - 25 menit dengan biaya Rp10.000 per kepala (biasanya anak kecil dan bayi tidak dihitung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kalau kita pulang dengan perahu yang sama, kita cukup membayarnya Rp15.000 (dibayar saat pulang). Biasanya awak kapal motor akan menanyakan kepada penumpang akan pulang jam berapa dan hendak kembali dengan kapal motor yang sama atau tidak? Jika tidak maka kita membayar ongkos pada saat itu juga, jika ya, biasanya pembayaran dilakukan pada saat pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos masuk pulau dibandrol Rp3.000, namun menurut pengakuan penghuni pulau, saat ini sampai setelah Lebaran, otoritas Pulau Seribu tengah mengadakan program untuk tidak memungut bayaran alias menggratiskan pelancong yang berkunjung ke pulau dengan luas 158 ha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cukup melegakan adalah ternyata harga makanan dan minuman di pulau ini  tidak berbeda dengan harga makanan/minuman di wilayah pemukiman penduduk. Dalam arti harga makanan/minuman yang dibandrol di Pulau Untung Jawa bukanlah harga di lokasi-lokasi wisata yang biasanya dua - tiga kali dari harga biasanya. Harga kopi seduhan, misalnya, seharga Rp2.000 atau sama dengan harga kopi seduh di warung-warung kopi di Jakarta daratan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja ada harga minuman dalam botol tertentu yang memang jarang dijumpai dan hanya "diimpor" sebagian kecil dari Jakarta. Harga-harga yang ditawarkan di rumah makan di pulau ini pun tak jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan di rumah makan lainnya di daratan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati pulau dengan bersepeda bersama keluarga cukup merogoh kocek Rp5.000 per jamnya. Kalau berniat untuk menginap, harga yang ditawarkan untuk penginapan juga relatif terjangkau. Untuk sehari semalam, penginapan berupa rumah dibandrol dengan tarif Rp150.000 - Rp350.000. Tentu saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;range&lt;/span&gt; harga ini menentukan besar kecil dan fasilitas yang ditawarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu tempat wisata murah meriah yang cukup terjangkau oleh kantong kalangan menengah-bawah. Tertarik? Tak perlu menunggu uang terkumpul, cukup dengan selembar Rp50.000-an kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat wisata yang tak kalah kualitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Baca juga: &lt;font color="blue"&gt;&lt;a href="http://namidub-unus.blogspot.com/2009/08/bukan-bali-bukan-bunaken-cuma-pulau.html"&gt;Bukan Bali, Bukan Bunaken, Cuma Pulau Untung Jawa&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-7927130668104396292?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/7927130668104396292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=7927130668104396292&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/7927130668104396292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/7927130668104396292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/08/wisata-murah-meriah-ke-pulau-untung.html' title='Wisata Murah Meriah ke Pulau Untung Jawa'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-2728770544843957655</id><published>2009-08-10T04:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:30:10.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Bukan Bali, Bukan Bunaken, Cuma Pulau Untung Jawa</title><content type='html'>Sebelum kelulusannya dari Taman Kanak-kanak, saya dan isteri berjanji kepada Junior membawanya ke tempat favoritnya yaitu pantai untuk, macam Si Bolang saja, berenang dan mencari kepiting. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati pantai yang bersih di Jakarta dengan biaya relatif murah tidak banyak pilihan yang tersedia. Mungkin hanya Ancol di Utara Jakarta yang ada dan bisa jadi pilihan. Harus diakui, Ancol bukanlah tempat yang luar biasa untuk dinikmati karena pantainya dipenuhi dengan endapan lumpur dan sampah, walaupun selalu dibersihkan secara berkala. Kalau ada uang lebih, tentunya pilihan yang paling masuk akal adalah Anyer, Banten. Pantainya masih bersih dengan pilihan yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau punya uang lebih, kalau tidak? Untunglah teman punya referensi wisata pantai yang tidak jauh dari Jakarta, relatif tidak terlalu mahal dan tempatnya bagus. Adalah Pulau Untung Jawa yang menjadi pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau ini masuk dalam jajaran Kepulauan Seribu yang juga masih dalam wilayah Jakarta. Untuk menuju pulau itu dari Jakarta tidak tersedia secara khusus sarana transportasi, namun kapal motor-kapal motor dari Muara Angke dengan rute Muara Angke-Pulau Pramuka, Muara Angke-Pulau Tidung Muara Angke-Pulau Pramuka biasa menyinggahi pulau itu jika ada penumpang yang hendak ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya tempat yang secara langsung menjadi penyeberangan ke Pulau Untung Jawa adalah Tanjung Pasir. Dari tempat ini puluhan kapal motor saban hari hilir mudir dari dan ke pulau itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jakarta menuju Tanjung Pasir tidaklah sulit, karena di sepanjang jalan kita akan dipandu oleh penunjuk arah. Patokannya adalah arah Kapuk. Setelah bertemu pertigaan Kapuk-Kamal, ambil kiri ke arah Kamal Muara. Setelah pasar, kita akan mendapati perempatan jalan di sisi jembatan di mana di sungainya terdapat perahu-perahu nelayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perempatan itu tinggal lurus saja. Atau kalau memang ragu, tanya saja orang-orang sekitar, mana arah  jalan ke Tanjung Pasir, mereka pasti tahu. Kira-kira 5 km kita akan mendapati pertigaan jalan di sisi pasar, belok kanan setelah itu kita akan dipandu dengan rambu yang menunjukkan arah Tanjung  Pasir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan masuk ke kawasan ini berupa jalan lurus yang kiri-kanannya terhampar areal persawahan, rawa dan kolam-kolam pemancingan. Di sini, bau amis laut sudah mulai terasa. Sehabis jalan aspal, kita akan "disuguhi" jalanan rusak, sempit yang diapit oleh perumahan warga nelayan yang tidak rapi dan terkesan kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari tempat itulah terletak kawasan wisata Tanjung Pasir. Tempat itu sebenarnya adalah tempat latihan TNI yang dimanfaatkan sebagai kawasan wisata laut dan pemancingan yang murah meriah. Beberapa bulan lalu, kawasan ini masih dipenuhi rumah-rumah semi permanen yang diperuntukkan untuk restoran, lapak-lapak para penjaja makanan-minuman, serta tempat tinggal, sehingga menjadikan kawasan wisata ini semrawut dan terkesan tak terawat. Namun saat ini bangunan-bangunan semi permanen itu sudah tidak ada lagi. Sempat terdengar kabar bahwa kawasan wisata ini akan direnovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanjung Pasir ini kendaraan roda dua dan empat para pelancong yang akan berkunjung ke Pulau Untung Jawa diparkir. Lalu dengan menggunakan kapal motor yang banyak tersedia, para wisatawan diangkut menuju pulau yang lebarnya tak lebih lebar dari kawasan Gelora Bung Karno itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pulau Sepenggalan Lagu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;15 - 20 Menit mengarungi "samudera" Tanjung Pasir dengan kapal motor sampailah di dermaga Pulau Untung Jawa. Lautnya yang biru membuat lupa bahwa sebenarnya kita berada tak jauh dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyeberang lautan dengan kapal motor ini pun merupakan pengalaman menarik tersendiri. Betapa tidak, kapal motor berukuran sedang dijejali dengan sekitar 40 orang. Bangkunya yang hanya terbuat dari papan, disusun sedemikian rupa sehingga muat banyak penumpang. Uniknya, kapal motor-kapal motor ini harus didorong terlebih dulu dari pantai untuk bisa melaut. Dengan rute yang agak berputar--menurut pengakuan awak kapal, jika langsung maka kapal motor bisa karam karena dangkal--kita bisa memandang di kejauhan jajaran pulau-pulau kecil yang masih termasuk wilayah Kepulauan Seribu. Kadang terlintas di langit burung-burung belibis yang bertebangan silih berganti, berpindah dari pulau satu ke pulau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari kapal motor, kita bisa langsung beraktifitas di pulau dengan luas 158 hektare tersebut. Pulau Untung Jawa mempunyai pantai yang terjaga kebersihannya, didominasi oleh karang yang mati yang terseret hingga ke pantai. Walaupun tidak dominan, pasirnya putih, sehingga menambah keindahan pantai Pulau Untung Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Untuk menambah kenyamanan pengunjung, pemerintah juga telah membangun saung-saung di sekitar pantai yang terbuat dari marmer, sehingga bagi yang tidak berenang bisa bercengkrama dan memandang birunya laut Pantai Untung Jawa. Sambil ditemani penjaja makanan yang menawarkan minuman hangat maupun dingin, camilan-camilan (ringan maupun berat) dengan bandrol harga yang cukup &lt;em&gt;reasonable&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain pantai pulau itu, kita akan menjumpai berbagai ikan-ikan kecil, kepiting bakau dan keong pertapa yang terperangkap di kolam bekas air pasang. Anak-anak biasanya tertarik untuk menangkapi binatang-binatang itu untuk dijadikan koleksi mereka.&lt;br&gt;Lelah bermain air, kita bisa mengitari pulau tersebut dengan sepeda yang disewakan oleh penduduk pulau itu. Kalau mau menghabiskan ekstra kalori sekaligus menjelajah pulau lebih jauh lagi dengan berjalan kaki pun tidak memerlukan waktu yang lama. Cukup menghabiskan sepenggalan lagu untuk sampai dari ujung pulau satu ke ujung lainnya, sehingga pantaslah kalau pulau ini disebut Pulau Sepenggalan Lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas di pulau mungil ini pun bisa dibilang lengkap dan terjaga dengan baik. Mulai dari fasilitas MCK umum yang dikelola penduduk pulau tersebut, masjid, restoran, toko kelontong, sampai pada falilitas umum seperti lapangan voly, tempat bermain anak-anak dapat kita jumpai di pulau itu. Fasilitas listrik pun sudah lama ada di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita hanya singgah dan tidak mau bermalam di pulau tersebut, satu hal yang perlu diperhatikan bahwa kapal motor sebagai sarana transportasi dari dan ke pulau itu hanya tersedia hingga jam 17:00 WIB. Lewat dari jam itu, terpaksa kita harus menginap.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan kuatir. Di pulau ini tersedia penginapan-penginapan sederhana maupun yang berpendingin ruang dengan harga yang cukup terjangkau. Mulai dari penginapan yang cukup untuk dua orang penghuni sampai pada penginapan yang bisa dihuni hingga puluhan orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik? Sebagaimana wisata pantai lainnya, jangan lupa membawa krim &lt;em&gt;sunblock&lt;/em&gt;. Pancing dan serokan ikan pun boleh dibawa. Seru &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Baca juga: &lt;a href="http://namidub-unus.blogspot.com/2009/08/wisata-murah-meriah-ke-pulau-untung.html"&gt;Wisata murah meriah ke Pulau Untung Jawa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-2728770544843957655?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/2728770544843957655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=2728770544843957655&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2728770544843957655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2728770544843957655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/08/bukan-bali-bukan-bunaken-cuma-pulau.html' title='Bukan Bali, Bukan Bunaken, Cuma Pulau Untung Jawa'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1171121540208235287</id><published>2009-08-04T18:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T10:44:28.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Maaf, Saya Nggak Kenal Mbah Surip...</title><content type='html'>"Mbah Surip, Mbah Surip, Mbah Surip &lt;em&gt;aja&lt;/em&gt;, Mah!" begitu rengek Junior saat satu stasiun teve menyiarkan perihal kematian penyanyi yang &lt;em&gt;full&lt;/em&gt; ngakak itu. Sang Ibu tentunya tidak berani "membantah" dan langsung "banting stir" ke saluran yang ditunjuk Junior.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar kematian penyanyi yang terkenal dengan lagu "Tak Gendong" dan jargon "I love you full" itu memang sangat mengagetkan. Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja Mbah yang namanya mulai naik daun itu harus berakhir hidupnya saat dirinya tengah berada di puncak kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja teve, radio, koran dan tak ketinggalan FB berebut memberitakan, mengulas, menceritakan dan berempati kepada sosok yang fenomenal ini. Para artis, seniman, politisi, selebriti, orang-orang, merasa perlu berkomentar, lebih dalam dan lebih dalam lagi soal Mbah Surip. Tentang kedekatan mereka dengan Mbah yang satu itu, soal hal-hal menarik yang mereka alami bersama pribadi yang nyentrik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Mbah Surip? Maaf,—saya meminta maaf karena mungkin &lt;em&gt;sense&lt;/em&gt; musik saya yang kurang, sehingga kurang suka dengan genre musik yang beliau "imani", padahal hampir semua orang menyanyikannya—saya memang tidak mengenal atau merasa kenal dengan Mbah Surip. Satu dua kali memang saya pernah melihatnya nongol di teve, hanya sebatas itu "perkenalan" saya dengan seniman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang membuat saya menulis artikel soal Mbah Gimbal adalah fenomena hidup yang luar biasa yang dijalani oleh seniman yang bernama asli Urip Ariyanto itu. Fenomena karena dalam hidup Si Mbah itu—setidaknya dari pemberitaan, profil mengenai kisah hidup Mbah Surip—yang penuh dengan lika-liku keanehan, abnormalitas, &lt;em&gt;wildness&lt;/em&gt;, semau gue dan di luar nalar manusia normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja saat Mbah Surip hendak ke Jakarta dengan sepeda yang membuatnya di-putus hubungan kekasih oleh sang isteri pada 1985. Dorongan apa yang membuatnya &lt;em&gt;ngoyo&lt;/em&gt; ke Jakarta? Ternyata, hanya ingin menantang adu panco Elyas Pical, petinju yang saat itu tengah naik daun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kata Fitri Tropica "&lt;em&gt;Hello, Are you out of your mind?&lt;/em&gt;" (sambil tangannya dikibaskan). Niatan yang tak masuk akal. Kemungkinan besar yang terjadi saat itu adalah penolakan dari manajemen Eli terhadap Surip muda yang, tiba-tiba saja muncul entah dari mana. Lain halnya jika niat itu diajukan saat Mbah Surip sudah terkenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di bagian lain kehidupannya, ada yang mengisahkan kalau Si Mbah Gimbal ini adalah lulusan S2, pernah bekerja di perusahaan tambang, dan sudah melanglang buana ke manca negara, serta pernah menjadi pemborong. Benar atau tidak kisah tersebut, sampai saat ini memang belum ada pihak yang membenarkan atau membantahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita anggap saja hal itu pernah dialami oleh Mbah Surip, sehingga ini juga akan menambah kadar ke-fenomenal-an Si Mbah. Betapa tidak? Secara hitung-hitungan kehidupan seseorang akan berada di posisi relatif nyaman dalam suatu perusahaan jika sudah berada di level S2. Namun tidak bagi Si Mbah, dirinya lebih memilih meninggalkan dunia itu, mengamen dan kongkow-kongkow dengan komunitas seniman Bulungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, fenomenal atau apa jika seseorang tidak mengikuti ketentuan yang berlaku secara umum. Maksud saya, dalam hidupnya, mungkin Mbah Surip lebih banyak mengkonsumsi air kopi ketimbang air putih (seperti artikel di &lt;a href="http://showbiz.vivanews.com/news/read/80365-mbah_surip_akting_kesurupan_demi_kopi"&gt;VivaNews&lt;/a&gt;). Sebuah kebiasaan yang sangat berbeda jauh dari apa yang kebanyakan orang lakukan. Untuk orang biasa, minum kopi adalah selingan setelah terpenuhinya asupan air minum. Untuk Mbah Surip adalah kebalikannya, kopi adalah minuman utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomenal, nyeleneh, semau gue, apa pun, tetapi mungkin itulah pencapaian diri untuk sebuah kebahagiaan. Ia mungkin bahagia kalau ia bisa ke Jakarta dengan sepeda pancal, walaupun harus diceraikan oleh isterinya. Ia juga mungkin berbahagia menjadi pengamen dengan ketidakpastian hidup ketimbang harus menjadi profesional di kantoran. Dan pastinya Mbah Surip berbahagia dengan kopi yang ditenggaknya bergelas-gelas sepanjang hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bisa pelajari dari pribadi Mbah Surip. Jutaan manusia hidup di muka bumi mencari kebahagiaan. Ratusan bahkan ribuan buku ditulis untuk menyingkap rahasia untuk menjadi bahagia. Ribuan motivator, penceramah, pengkhotbah, menuturkan bagaimana cara untuk mencapai kebahagiaan. Mbah Surip mungkin sudah mendapat kebahagiaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan caranya, Mbah Surip menterjemahkan kebahagiaan dari menjadi apa yang dia ingin lakukan. Tak peduli dengan status, persetan dengan omongan orang, yang penting ia tak merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita perlu meninggalkan kepura-puraan akan apa yang kita tengah menjadi saat ini, dan melakukan apa yang sesungguhnya kita ingin lakukan. Apa saja! Tidak ada paksaan untuk mengerjakan apa pun yang tidak kita suka. Bebas saja, asal tidak merugikan orang lain. Yang penting &lt;span style="font-style:italic;"&gt;happy&lt;/span&gt;! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat sebuah artikel dari seorang motivator. Intinya dalam artikel itu si penulis mengajak untuk tidak fokus pada pencarian materi, namun pada apa yang ingin kita lakukan. Sesuatu hal yang jika kita melakukannya akan membuat bahagia, senang. Salah satunya hobi. Bagaimana dengan materi? Dalam artikel itu dikatakan jika kita melakukannya dengan sepenuh hati, konsisten, hal tersebut akan menyusul kemudian. Kalau pun tidak, minimal kita mendapatkan kebahagiaan, kepuasan dalam hidup. Sebuah nilai yang milyaran orang di dunia ini mencarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, karena ketergantungan kepada materi semata, sehingga kita melakukan suatu pekerjaan. Alih-alih untuk mencukupi kebutuhan hidup, profesionalitas, dan "menyenangkan" berbagai pihak, kita menafikan kebahagiaan diri. Filosofi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;yang penting &lt;span style="font-style:italic;"&gt;happy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ala Mbah Surip sudah menuntunnya sampai pada tahapan tertinggi pada kasta kebahagiaan. Dan ternyata itu juga yang menuntunnya menggapai kebahagiaan yang oleh orang kebanyakan mengukurnya: kekayaan, materi. Mbah Surip sudah mendapatkannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gayanya, tertawanya yang lepas, yang jelas ia berbahagia. Kebahagiaan meninggalkan kehidupan yang tidak bahagia sebelumnya, sehingga menuntunnya pada kebahagian-kebahagiaan yang kemudian menuntutnya untuk lebih berbahagia di depan khalayak ramai yang diajaknya ikut larut dalam kebahagiaanya, sampai jantungya berhenti berdetak sembari menggendong kebahagiaan dalam hidupnya. Sama seperti lirik lagunya, tak gendong kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas lagi, Mbah Surip telah mampu menghipnotis jutaan manusia Indonesia. Tua, muda, besar, kecil, laki-laki, perempuan, saat ini tengah disuguhi cerita-cerita kehidupan nyeleneh, syair lagu nyeleneh, foto seorang tua yang nyeleneh dengan dandanannya. Tapi maaf, saya tetap tidak mengenal Mbah Surip.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1171121540208235287?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1171121540208235287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1171121540208235287&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1171121540208235287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1171121540208235287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/08/maaf-saya-nggak-kenal-mbah-surip.html' title='Maaf, Saya Nggak Kenal Mbah Surip...'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-6695734300452093808</id><published>2009-08-03T17:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:56:04.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Lidah Buaya untuk Luka Bakar, Tersulut Rokok, Kena Minyak Panas</title><content type='html'>Hari Minggu adalah hari di mana Junior selalu meminta diajak keliling, berkendara dengan motor melihat-lihat pemandangan. Dan hampir selalu, sebagai orang tua, saya meng-iyakan kemauannya. Mumpung masih kecil dan masih mau diajak berkendara roda dua bersama Ibu dan Bapaknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekreasi yang sangat sederhana, murah meriah, hanya berkendara dengan motor mengitari kompleks perumahaan tetangga, melihat-lihat pemandangan dan kalau pantat mulai agak panas, mampir dulu ke warung jajanan pinggir jalan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;It's fun!&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan roda dua bermerek Honda Karisma keluaran 2001 menjadi andalan. Di depan, antara stang dan jok dipasang box sedemikian rupa, yang fungsi sebenarnya adalah untuk menaruh barang-barang, namun berguna juga untuk duduk Junior. Jadilah dia duduk di sana, sambil melihat-lihat pemandangan, sesekali sang Ibu memasukkan makanan ke mulutnya. Sambil disuapi, hati riang, perut kenyang, semua senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu Minggu, saat dalam perjalanan pulang setelah berkeliling, sambil diterpa angin "buritan", si Junior yang telah lelah pun tertidur. Namun sesaat Junior terbangun dan mengaduh kesakitan, saya pun memberhentikan laju sang roda dua. Rupanya kaki Junior menyentuh mesin motor yang panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak perlu panik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernah mengalami hal serupa? Tak perlu kuatir dan panik! Cukup cari tanaman lidah buaya di sekitar, patahkan dan olesi cairan yang berbentuk jel, yang dikeluarkan tanaman itu di area yang terkena api, knalpot, minyak panas, tersulut rokok, bahkan luka tergores benda tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkirkan mitos lama saat terkena benda-benda panas seperti mengolesi dengan kecap, sabun, pasta gigi bahkan garam. Dengan hanya diolesi lidah buaya, kulit yang terpapar oleh panas, seketika menjadi dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit yang terkena benda-benda panas tadi diolesi dengan kecap, sabun, atau bahan-bahan lainnya, maka hasilnya adalah kulit yang menggelembung dan berisi cairan, yang jika pecah akan mengakibatkan sakit, serta berbekas kalau sudah mengering. Namun dengan diolesi lidah buaya, kulit tidak akan menggelembung, juga tidak meninggalkan bekas luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena lidah buaya terkandung zat anti-inflamasi (antibakar), di samping pula lidah buaya mengandung zat anti-bakteri, anti-jamur, serta menjadi bahan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi, obat wasir, susah buang air besar sampai kosmetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali manfaat yang terkandung dari tanaman yang berasal dari dataran Afrika ini. Di negara-negara lain, lidah buaya sudah diproduksi menjadi obat/jamu/suplemen yang dimanfaatkan khasiatnya untuk kesehatan/kecantikan. Lidah buaya murni diproduksi, dikemas dan dijual bebas dalam bentuk cair, maupun kapsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sempat menjadi konsumen produk lidah buaya dalam kapsul yang didatangkan dari luar negeri oleh salah satu importir. Kapsul ekstrak lidah buaya ini diklaim mampu memperlancar proses BAB, sampai membantu menyembuhkan penyakit diabetes. Dari pengalaman pemakaian, memang setelah mengkonsumsi kapsul lidah buaya tersebut, semua kotoran yang mengendap dalam tubuh (perut), terkuras dan feses (tinja) yang dihasilkan sangat berbau--sebagai sebab keluarnya kotoran yang mengendap dalam perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harga yang mahal, serta kurangnya sosialisasi manfaat lidah buaya dan mudahnya mendapatkan tumbuhan ini di lingkungan sekitar, membuat produk itu lama-kelamaan tidak dijumpai lagi di pasaran alias menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penulis sayangkan, tumbuhan yang manfaatnya segudang ini seakan belum terlirik apalagi tersentuh untuk dimanfaatkan/dijadikan obat/jamu/suplemen untuk membantu meningkatkan kesehatan. Coba saja masukkan kata lidah buaya / aloe vera ekstrak (bisa dibalik), maka yang akan muncul adalah produk dari negera jiran, Malaysia. Dan tidak muncul produk lidah buaya ekstrak yang dibuat oleh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, begitu banyak penyakit yang dapat diobati dengan tanaman dengan nama latin Aloe vera ini. Belum lagi manfaatnya untuk kecantikan dan sangat kecil efek sampingnya. Lihat saja situs milik BPPT yang mengulas manfaat &lt;a href="http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&amp;id=45"&gt;lidah buaya&lt;/a&gt; ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini begitu mudah dibudidayakan di Indonesia, namun masyarakat jarang sekali mengetahui kalau tanaman yang menjadi hiasan taman mereka sangat besar manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan. Adakah yang mau memulai memproduksi tanaman lidah buaya menjadi produk kesehatan/obat, seperti mengkudu, misalnya, yang lebih dulu terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diolesi lidah buaya, Junior pun tak rewel lagi. Sejak itu, jika terluka benda tajam, terjatuh dari sepedanya, terkena bara saat bermain api, satu yang dicarinya... lidah buaya!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-6695734300452093808?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/6695734300452093808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=6695734300452093808&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6695734300452093808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6695734300452093808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/08/lidah-buaya-untuk-luka-bakar-tersulut.html' title='Lidah Buaya untuk Luka Bakar, Tersulut Rokok, Kena Minyak Panas'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-6840197639008755095</id><published>2009-07-23T03:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:03:52.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Flu Ayam, Flu Babi, Teror Bom: Belajarlah ke Indonesia</title><content type='html'>Masih ingat waktu wabah flu Hongkong atau flu burung alias avian influensa melanda dunia beberapa tahun lalu? Flu ganas yang mewabah itu mengakibatkan kematian ribuan unggas di dunia ini, juga membunuh ratusan manusia sehingga menimbulkan kepanikan tersendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui teve, koran dan media lain, para petugas kesehatan berpakaian layaknya astronot di belahan dunia lain membakar dan mengubur ayam-ayam yang mati dan terjangkit virus ini. Kepanikan yang luar biasa karena jumlah kematian manusia akibat penyakit ini terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia kegiatan serupa juga terjadi, namun sifatnya tidak menyeluruh, sporadis dan hanya sebatas memenuhi persyaratan, yang penting terlihat melakukan sesuatu, serta seperti biasa, AATA (anget-anget tai ayam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program pemberangusan ayam untuk menghindari dampak flu burung juga sangat rendah. Terbukti dengan masih banyaknya unggas-unggas yang dipelihara dan berkeliaran di rumah-rumah penduduk. Hal ini terjadi bahkan pada saat wabah flu burung ini masih hangat-hangatnya menjadi headline di media baik lokal maupun internasional, apalagi saat ini yang pemberitaan mengenai flu burung makin tak terdengar. Peternakan unggas makin merajalela, seperti tidak ada yang perlu dikuatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya menurut keterangan resmi pemerintah yang dikutip media-media, sampai saat ini terdapat 132 kasus flu burung dengan korban meninggal sebanyak 107 orang. Sungguh suatu angka yang sebenarnya bisa membuat kepanikan, namun tidak bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia seperti lebih sayang unggas ketimbang nyawa mereka. "Mati itu urusan Tuhan" begitu banyak orang berpendapat jika ditanya soal flu burung yang banyak memakan korban jiwa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu unggas belum usai, kini warga dunia kembali dikejutkan oleh munculnya wabah Flu Meksiko atau Swine Flu alias Flu Babi dengan nama virus H1N1. Bagaimana respon masyarakat Indonesia mengenai hal ini? Nyaris tak terdengar. Setidaknya dari wawancara yang dilakukan oleh media elektronik yang menjaring opini publik, masyarakat tidak terlalu mengkuatirkan akan adanya Flu Babi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping karena babi adalah bukan binatang sehari-hari orang Indonesia yang berpenduduk Islam, yang tentu saja mengharamkan jenis binatang ini berkeliaran apalagi sebagai santapan, namun juga mungkin karena tempat asal kejadian begitu jauh dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal flu ini sudah masuk di negeri kita dan setidaknya memakan korban satu orang meninggal dan ratusan lagi manusia menemui ajal di seluruh dunia dan diperkirakan akan semakin bertambah. Namun pihak pemerintah terkait belum menunjukkan tanda-tanda menjadikan wabah ini sebagai pandemi yang, setidaknya, diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti pada saat awal flu burung mewabah, pemerintah melalui departemen terkait, tidak saja melakukan upaya penanggulangan dengan "menyingkirkan" unggas-unggas yang terjangkit virus ini, namun juga unggas-unggas yang masih sehat tak luput dari tindakan pengendalian, divaksin, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa iklan layanan masyakat pun pernah beredar untuk mensosialisasikan cara-cara penanggulangan flu ayam. Tetapi yang terjadi saat merebaknya flu babi yang dua kali lebih ganas, dan lebih cepat penyebarannya belum ada penanganan secara maksimal. Menurut data, penderita yang meninggal akibat flu ini di dunia sudah mendekati angka 150-an orang, dan tetap saja belum menjadi hal yang meresahkan bangsa ini. Masih, nyaris tak terdengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai urusan flu, negara kita dikejutkan dengan meledaknya bom di dua hotel kelas dunia di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. 9 Orang tewas dan puluhan mengalami luka, berat maupun ringan. Sempat membuat panik, namun tidak dalam jangka waktu lama. Mungkin karena teror bom bukan lagi menjadi suatu hal yang baru di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak ada hal yang terlalu mengejutkan bagi bangsa ini. Semuanya berjalan sebagaimana tidak ada sesuatu yang besar yang terjadi. Segalanya ada yang mengatur, sudah ada garisnya. Hidup, mati, bencana, penyakit, semuanya sudah digariskan dan manusia tinggal menjalaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada falsafah hidup yang diterima di hampir semua lapisan masyarakat Indonesia yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nrimo ing pandum,&lt;/span&gt; yang tidak terlalu mempersoalkan apa yang akan didapat, apa yang akan dijalani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah saja. Kepasrahan yang kadang naif. Namun di balik itu, terkandung makna yang besar dalam menyikapi berbagai persoalan yang timbul di peradaban ini. Tetap tenang dan tidak panik. Justru mungkin ini yang malah menjadi obat bagi segala persoalan yang timbul: flu burung, flu babi, teror bom, bencana alam, kecelakaan pesawat dan transportasi lain, apa pun persoalan dunia ini. Belajarlah ke Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-6840197639008755095?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/6840197639008755095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=6840197639008755095&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6840197639008755095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6840197639008755095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/flu-ayam-flu-babi-teror-bom-belajarlah.html' title='Flu Ayam, Flu Babi, Teror Bom: Belajarlah ke Indonesia'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1637114693032337667</id><published>2009-07-19T17:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:01:43.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Ledakan Bom, Sebuah Bencana Alam Baru?</title><content type='html'>Siapa yang dapat meramalkan terjadinya tsunami yang meluluhlantakkan Aceh bertahun lampau? Siapa pula yang dapat memprediksi datangnya gempa bumi yang memporakporandakan Yogyakarta sesudahnya? Dan adakah yang bisa menerawang akan ada bom meletus di jantung kota Jakarta Jumat, 17 Juli 2009?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti gunung meletus atau angin puting beliung yang bisa dilihat tanda-tanda sebelum terjadinya bencana, gempa bumi dan tsunami terjadi tanpa adanya "pemberitahuan" sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan meledaknya sebuah bom yang diakibatkan oleh aksi terorisme. Badan intelegensi yang dibentuk untuk, salah satunya, menangkal terjadi tindakan yang akan merugikan negara salah satunya adalah peledakan bom, kadang pun bisa meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini kurang lebih mungkin sama dengan para ilmuwan yang meneliti, mengembangkan dan memberikan masukan kepada masyarakat mengenai bencana alam yang akan terjadi, kadang tidak bisa membuat prediksi yang akurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradapan modern telah hidup dengan berbagai ancaman, mulai dari penyakit, bencana alam sampai dengan aksi terorisme. Ledakan bom yang terjadi beberapa hari lalu di JW Marriott dan Ritz Carlton bisa saja terjadi di manapun di dunia ini. Hal inilah yang mungkin membuat masyarakat Indonesia tidak terlalu terkejut dengan terjadinya bom. Setelah terjadi bom memang sempat membuat panik, sedih, marah penduduk terutama di kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah itu, hampir tidak ada perubahan berarti yang terjadi. Masyarakat tetap melakukan aktifitas rutin. Indikasinya mal-mal tetap penuh dan kawasan puncak tetap dijejali orang-orang yang hendak berlibur. Seolah tidak ada peristiwa besar yang patut diwaspadai, sehingga bepergian ke tempat-tempat umum merupakan suatu hal yang perlu dihindarkan. Setidaknya sampai semua menjadi tenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena ancaman bom adalah sudah menjadi bagian dari peradaban modern, sehingga meledaknya sebuah bom sudah tidak menjadi hal yang aneh lagi. Itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Teror kepanikan yang ditimbulkan juga kurang lebih sama dengan apa yang ditimbulkan oleh bencana alam, gempa misalnya, sehingga penanganannya terpusat pada lokasi terjadinya gempa, walaupun kewaspadaan juga harus dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya mau katakan dalam tulisan ini adalah, ledakan bom mungkin bisa dimasukkan ke dalam kategori bencana alam. Betul bahwa itu dilakukan oleh manusia, namun manusia 'kan termasuk bagian dari alam semesta bukan? Artinya, ledakan bom tidak perlu menjadikan citra suatu bangsa menjadi turun dan jelek. Toh, itu bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa berpikiran demikian. Saat ini ada bagian dari manusia yang berkeyakinan bahwa meledakkan bom adalah sebuah bagian yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan abadi. Mereka menggunakan sebagian ayat untuk melegalisir hal tersebut. Salah? Buat sebagian besar orang, tapi sebagian lagi menganggapnya benar. Buktinya ada kelompok di dunia ini yang berpikiran sama. Mereka harus berperang dengan orang yang menurut mereka berbeda pandangan secara ekstrim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup secara normal, dalam arti mempunyai isteri, mencari nafkah dan mempunyai anak. Persepsi atau keyakinan mereka sama, dan saya yakin anak mereka pun akan mendapatkan keyakinan yang sama, sehingga regenerasinya pun akan berlanjut. Kalau sudah begini, kelompok yang sangat ekstrim ini akan senantiasa ada, dan meledaknya bom akan menjadi sebuah budaya di masa depan (mudah-mudahan ini hanya pemikiran liar penulis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu karena sudah menjadi bagian kehidupan masa kini, apakah kita hanya berdiam diri, pasrah dengan teror bom ini? Tentu saja tidak! Sama seperti para ilmuwan yang terus meneliti sumber bencana, kenapa bisa terjadi bencana--dengan peralatan yang canggih yang terus dikembangkan--sehingga bencana bisa diprediksi, diperkirakan dan dihindari, para intelejen juga "meneliti"--juga seharusnya dengan alat-alat yang seharusnya semakin canggih dan dukungan birokrasi yang kondusif--sehingga dapat meminimalisir, kalau tidak bisa menghilangkan, meledaknya bom.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1637114693032337667?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1637114693032337667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1637114693032337667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1637114693032337667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1637114693032337667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/ledakan-bom-sebuah-bencana-alam-baru.html' title='Ledakan Bom, Sebuah Bencana Alam Baru?'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1212241968410008814</id><published>2009-07-17T22:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T13:24:54.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Budi Tidak Jadi Bermain Bola</title><content type='html'>Semuanya sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on the right track.&lt;/span&gt; Promosi sudah sebulan ini gencar dilaksanakan, tiket sudah sebagian besar disebar, rumput stadion Gelora Bung Karno digadang-gadang agar nyaman diinjak, sehingga tamu besar itu betah dan puas dengan pelayanan tuan rumah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal dua hari menuju hari H, para pesepak si kulit bundar dari negeri bola di Eropa itu pun tengah berada tak jauh dari negeri ini, dan hendak menjajal rumput negara tetangga, Malaysia. Setelah itu angkat koper ke tujuan selanjutnya... Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari muncul dari balik gedung-gedung jangkung di kawasan Jalan Sudirman seperti biasa, tidak ada yang istimewa, sama seperti kemarin. Semuanya seperti hanya menunggu tetamu itu menginjakkan kaki mereka di tanah air, lalu bermain bola. Sesederhana itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba saja pagi yang tenang itu berubah menjadi petaka. Sebuah ledakan hebat terjadi di kawasan Mega Kuningan, tempat elit di mana para ekspatriat menjalani hari-hari mereka beraktifitas di Indonesia. Segera kabar menyeruak, "Genset meledak" kata orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, ledakan kedua terjadi. Kali ini dengan kekuatan yang lebih hebat dari yang pertama. Segera setelah itu kepanikan terjadi. Eksekutif-eksekutif berdasi terlihat menggotong orang-orang yang berlumuran darah keluar dari sumber ledakan. Orang-orang berteriak, berlarian mencari selamat. Dua &lt;span style="font-style:italic;"&gt;icon&lt;/span&gt; Amerika di kawasan segitiga emas, Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton telah diledakkan oleh orang tak dikenal. Tepat di mana sang tamu besar akan menginap. Siapa dan apa motivasinya juga belum diketahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton adalah dua hotel elit yang menerapkan pengamanan ekstra ketat. Apalagi setelah bom juga pernah meledak di Hotel Ritz Carlton tahun 2003 dan menewaskan 12 orang. Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, banyak juga rekan-rekan kantor yang segan ke tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang benar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;aja&lt;/span&gt;, masak kap (mobil) juga diperiksa. Kalau ada bom di sana 'kan sudah meledak (karena panas)." begitu kata Pak Haji, rekan sekaligus pimpinan di kantor suatu saat bertutur tentang ketatnya mekanisme pengamanan di hotel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pengamanan yang super ketat itu akhirnya tembus juga. Dua buah bom meledak di kompleks penginapan yang nantinya bakal menjadi tempat beristirahat Tim Mancester United dan para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;official&lt;/span&gt;. Tepat sehari sebelum mereka menginjakkan kaki di bumi Indonesia. Dan seperti dikencingi anjing setelah itu menginjak kotorannya, pengebom bunuh diri itu ternyata menginap di kamar hotel yang diledakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada hikmah di balik sebuah kejadian. Untung saja para calon tamu agung itu belum sempat menginap di hotel megah itu. Bayangkan jika itu terjadi saat Tim Setan Merah itu sudah menginjakkan kaki di Jakarta, saat mereka sarapan, dan booom! Apalagi kalau ada di antara pemain itu yang menjadi korban. Bangsa ini akan menjadi cemooh dunia sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur pula Timnas yang juga kebetulan menginap di kompleks hotel yang ikut pula diledakkan melewatkan ritual sarapan pagi sebelum berlatih. Kalau tidak, mungkin ada yang menjadi korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari negeri jiran, Tim Setan Merah yang mendengar kabar itu, langsung saja memutuskan untuk membatalkan bermain bola di Jakarta. Hal itu membuat komite lokal (LOC) kelimpungan. Ada kekalutan yang amat sangat terlihat dari raut muka Sang Jenderal sekaligus ketua LOC Agum Gumelar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubir kepresidenan Dino Patijalal juga menyampaikan pendapatnya agar Tim Setan Merah masih mau menganulir keputusannya membatalkan kunjungannya ke Tanah Air. "Demi solidaritas" begitu katanya. Dan menyitir sebuah pemahamanan psikologi tentang situasi di mana tempat yang tidak aman adalah tempat yang justru paling aman--pemahaman ini juga dipakai pengebom untuk melakukan aktifitas sebelum mengebom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja setelah kejadian ini, hotel, bandara dan fasilitas-fasilitas umum dijaga amat ketat melebihi biasanya. "Tentara berjaga di mana-mana, supir taksi saya sampai takut saat mau masuk ke Shangri-La" begitu teman berkomentar soal penjagaan yang ekstra ketat setelah pengeboman itu. Prosedur-prosedur keamanan yang mulai kendur, mulai diintensifkan kembali, diperketat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjagaan akan sangat ekstra ketat dan berlapis kepada Tim Setan Merah, kalau saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Red Devils&lt;/span&gt; ini tidak membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Namun, nasi telah menjadi bubur, keputusan sudah dibuat. Tak ada pertandingan Timnas vs MU yang rencananya akan digelar Senin, 20 Juli mendatang. Mata dunia internasional memang tertuju ke Indonesia, bukan karena telah berhasil mendatangkan tim sekelas MU ke sini, namun karena bom (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah kejadian yang amat tragis yang langsung mendapat kutukan dan kecaman, tidak saja dari dalam negeri, namun juga dari dunia internasional. Bukan saja dari aksi itu timbul korban, salah satunya petinggi puncak sebuah perusahaan semen Holcim Indonesia, namun juga merusak keyakinan pada apa yang selama ini mungkin bisa dipegang, lenyap begitu saja. Keyakinan mengenai Indonesia yang aman, yang semua orang bisa bermain tanpa takut di "halaman rumahnya", hilang dengan kejadian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa hendak disalahkan? Tidak ada yang harus dipersalahkan. Pengeboman, terorisme sudah menjadi bagian dari peradaban saat ini. Tinggal saja setelah ini, bagaimana pemerintah dan instansi terkait serta masyarakat tidak kecolongan lagi. Salah satunya mungkin dengan menambah dan mempercanggih sistem pindai (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;scanning&lt;/span&gt;) benda-benda mencurigakan di tempat-tempat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Setan Merah saat ini tengah berada di negara tetangga dan memutuskan memperpanjang kunjungan di negeri tersebut sambil berlari-lari kecil bermain bola dengan Timnas Malaysia yang mati-matian mengejar dan memainkan si kulit bundar, berharap para pemain Manchester United tidak mengeluarkan kemampuan 100%, sehingga mereka bisa mengimbangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekali lagi kita dikentuti teroris, dan baunya begitu menyengat, sehingga Tim Setan Merah itu menutup hidung dan tak mau mendekat. Kasihan negaraku... nasib, nasib.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1212241968410008814?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1212241968410008814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1212241968410008814&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1212241968410008814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1212241968410008814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/budi-tidak-jadi-bermain-bola.html' title='Budi Tidak Jadi Bermain Bola'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-400688310992817430</id><published>2009-07-14T15:55:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T19:02:05.194-07:00</updated><title type='text'>Serutan Es</title><content type='html'>Budut adalah lelaki biasa saja. Tidak ada hal yang istimewa yang patut dibanggakan darinya. Hanya seorang pekerja kantor golongan rendahan biasa. Punya isteri dan dua orang anak.&lt;span clas="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budut ingin melihat dirinya sukses. Dia selalu membekali dirinya dengan bacaan-bacaan mengenai kisah hidup orang sukses. Mulai dari kisah sukses penjual tempe sampai kesuksesan yang diceritakan dan menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt; di dunia. Ia ingin sukses seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku-buku yang dipelajarinya, Budut tahu ia harus mempunyai sebuah usaha yang bisa mengantarkannya menuju sukses seperti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-400688310992817430?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/400688310992817430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=400688310992817430&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/400688310992817430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/400688310992817430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/serutan-es.html' title='Serutan Es'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-3949939655900419299</id><published>2009-07-08T20:24:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:11:51.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Stok Lama Rasa Baru atau Stok Baru Rasa Lama?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Stiaw4JEzwI/AAAAAAAAAHw/Wf38PDLn4Dw/s1600-h/mie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Stiaw4JEzwI/AAAAAAAAAHw/Wf38PDLn4Dw/s200/mie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393230718271016706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;Ada harapan baru pada orang presiden yang lama atau harapan lama dengan kepemimpinan yang baru?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-3949939655900419299?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/3949939655900419299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=3949939655900419299&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3949939655900419299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/3949939655900419299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/stok-lama-rasa-baru-atau-stok-baru-rasa.html' title='Stok Lama Rasa Baru atau Stok Baru Rasa Lama?'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/Stiaw4JEzwI/AAAAAAAAAHw/Wf38PDLn4Dw/s72-c/mie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8139403475645204791</id><published>2009-07-08T14:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T08:58:05.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Lebih Cepat Lebih Loyo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/StiX4ppgXOI/AAAAAAAAAHY/MnS3f22sPYI/s1600-h/lebih+cepat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/StiX4ppgXOI/AAAAAAAAAHY/MnS3f22sPYI/s200/lebih+cepat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393227553284578530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;Pasangan JK-Wiranto yang mengusung jargon "lebih cepat lebih baik" kalah dari kandidat pasangan Capres-Cawapres lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8139403475645204791?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8139403475645204791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8139403475645204791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8139403475645204791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8139403475645204791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/lebih-cepat-lebih-loyo.html' title='Lebih Cepat Lebih Loyo'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/StiX4ppgXOI/AAAAAAAAAHY/MnS3f22sPYI/s72-c/lebih+cepat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-4587933569190085645</id><published>2009-07-06T09:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:21:00.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Berharap Layanan Kesehatan Murah</title><content type='html'>Kalau miskin jangan sakit. Sebuah pameo bernada sindiran ditujukan bagi kalangan yang tak mampu agar berpikir 372 kali kalau hendak mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lain. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya pameo itu benar adanya. Sebab memang tidak murah--apalagi gratis--untuk mendapatkan layanan kesehatan di negeri ini. Lalu siapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; yang mau sakit? Dibayar berapa pun tak ada yang bersedia untuk sakit, namun kecemasan untuk orang yang memang kurang beruntung dalam ekonomi alias tak mampu--lantaran harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan--sering kali tak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat itu mahal harganya. Satu lagi jargon yang membenarkan bahwa tidaklah murah untuk mendapatkan sebuah kesehatan di instansi layanan medik, sehingga dengan cara apa pun seperti urunan dengan keluarga terdekat atau berhutang, itu urusan belakang, yang penting adalah si sakit harus mendapatkan perawatan, pengobatan dan sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sakit, klinik atau pusat layanan kesehatan lainnya saat ini laksana dewa penolong yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit, dan menjadi tujuan pertama bagi para penderita gangguan kesehatan untuk mengatasi keluhan mereka. Baru setelah keluhan-keluhan atas kesehatan itu tak kunjung teratasi, biasanya pihak si sakit akan membawanya ke layanan kesehatan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini plus pengetahuan yang minim akan penyakit ditambah lagi faktor psikologis dan keadaan panik yang menyertai pasien dan kerabatnya, membuat rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lainnya menjadi menara gading bagi penderita gangguan kesehatan. Bahwa pasien adalah orang yang tidak mengerti apa pun mengenai apa yang dideritanya, sehingga dengan gampang saja pihak rumah sakit memberikan obat atau tindakan yang walaupun tidak diberikan tindakan atau obat tersebut, sebenarnya pasien masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mengalami hal tersebut. Suatu malam Junior saya terjatuh, lalu muntah-muntah. Karena kuatir (panik), kami membawanya ke rumah sakit di bilangan Ciledug (tak perlu disebutkan namanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh pihak rumah sakit Si Junior diperintahkan untuk di CT scan, lagi-lagi karena kuatir mengalami keretakan otak. Selesai dipindai, keluarlah hasilnya. Semuanya baik-baik saja, tak ada keretakan seperti dugaan semula. Oleh dokter, Junior harus diobservasi semalaman untuk diamati apakah ada masalah nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya sudah tidak mau karena hasil scan tidak menunjukkan apa pun, namun karena saya ingin yang terbaik, maka saya ikuti perintah Dokter. Menginaplah kami semalam. Saat hendak tidur, datanglah suster mengirimkan infus dan berniat memasangnya di tubuh Junior. "Prosedur" katanya. Mungkin karena rasa kantuknya sudah tak tertahan, Junior tak mau dan kemudian saya tolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelang, Junior bangun dengan segar bugar. Berlari ke sana kemari dan merengek minta pulang. Saya pun mengajukan untuk membawa Junior pulang (karena tidak terjadi hal apa pun, semalaman Junior tertidur pulas laksana bayi--walaupun memang dia bayi besar bagi kami). Lalu apa kata pihak rumah sakit? Mereka hendak menahannya untuk satu malam lagi agar pemeriksaan tuntas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang mau diperiksa? Junior berlari-lari tanpa henti dan melupakan kejadian semalam, seolah tak terjadi hal apa pun. Setengah memaksa, kami membawa Junior pulang, lengkap dengan berbagai obat-obatan yang diberikan--Junior tak menyentuhnya sedikit pun, hingga obat-obatan itu terbuang percuma--dan ia baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang hendak saya katakan adalah banyak rumah sakit yang menjadi berkurang kadar kejujurannya, kalau tidak mau dikatakan tidak jujur, terhadap pasiennya. Dengan dalih kesehatan dan dibungkus dengan bahasa kedokteran yang cantik, kadang rumah sakit memanfaatkan keadaan psikologis dan kepanikan pasien serta keluarga. Sehingga penyakit bisul biasa, yang oleh orang tua kita dulu hanya diolesi daun ubi jalar, dikatakan virus dan harus dioperasi dengan bius total. Hal ini benar-benar terjadi dan menimpa kerabat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membiayai operasional dan pemenuhan target &lt;span style="font-style:italic;"&gt;break even point &lt;/span&gt; atau titik impas suatu investasi, dokter sebuah rumah sakit kadang tega mengatakan hal yang tidak sebenarnya, agar ada pasien yang mengisi kamar dan obat bisa terjual, sehingga ada biaya untuk menggaji karyawan, termasuk dokter itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah bisnis jasa layanan kesehatan yang makin marak--ditandai dengan bermunculannya rumah sakit-rumah sakit kecil dengan peralatan yang semakin, klaim mereka, canggih dan modern dengan nilai investasi yang tidak sedikit, sehingga persaingan pun semakin berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau melebar ke arah yang mendapat perhatian luas belakangan ini yaitu kasus Prita Mulyasari vs Omni International. Prita, saya dan keluarga mungkin adalah sebagian orang yang beruntung karena mendapatkan perlindungan dan jaminan dari perusahaan di mana kami bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti disinggung di bagian awal uneg-uneg ini, bagaimana dengan Pak Yatno atau Pak Sugi yang tak punya perlindungan atau jaminan asuransi lantaran di tempat mereka bekerja tidak disediakan asuransi? Apakah anaknya yang mengeluhkan bisul di kaki, yang oleh orang tua kita cukup diolesi daun ubi jalar, harus membayar biaya menginap, tindakan dan obat yang tinggi, sehingga mereka harus berhutang (lagi) agar anak mereka bisa sembuh? Lalu kenapa dokter tidak menyarankan untuk memberikan obat oles, yang mungkin, jawaban ini yang hendak didengar pihak keluarga ketimbang harus rawat inap? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus berhitung dan berhitung lagi, ada berapa uang di kantong? Sangat berharap pihak rumah sakit mau mengerti keadaan mereka dan berharap lagi agar dapat pulang sesegera mungkin supaya biaya dapat seminimal mungkin keluar. Bertanya dan menerawang, kepada siapa mereka minta bantuan atau berhutang (lagi)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin bodoh dan tidak mengetahui ilmu kedokteran sepandai para dokter itu tentunya, namun apakah tidak sebaiknya mereka juga menyampaikan apa yang betul dari pada harus "mengintimidasi" pasien sehingga harus mengalah demi kepentingan sesaat rumah sakit atau lembaga layanan kesehatan lain? Apakah hal-hal ini memang benar terjadi atau hanya prasangka saya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang, karena negeri kita penuh dengan tanaman obat terbaik di dunia yang dieksploitasi oleh negara-negara maju. Kenapa tidak ada gerakan untuk hidup dengan obat-obatan yang bisa diusahakan sendiri secara lebih luas, tidak hanya pemodal-pemodal besar yang mengambil keuntungan dengan mengembangkan jenis-jenis tanaman obat? Sehingga setidaknya kita tidak perlu kuatir akan biaya obat dan layanan kesehatan  yang tinggi, karena semua obat-obatan tersedia di sekitar kita. Bukankan dulu nenek moyang kita mengobati berbagai penyakit dengan ramuan dari tanaman obat yang tumbuh subut di sekeliling mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimpor obat-obatan paten yang mahal dari luar negeri, padahal bangsa ini yang memiliki bahan bakunya. Pertimbangan yang muncul kemudian seharusnya, daripada harus merasakan mahalnya obat paten, 'kan lebih baik jika meracik dan membuat obat sendiri. Seperti halnya Negeri China yang mengembangkan ramuan-ramuan obat turun temurun. Dan itu bisa dipelajari kalau ada kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Sudahkah ada yang memikirkan hal yang sama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin uneg-uneg ini adalah sebuah bisikan di ruang yang maha luas. Resonansinya baru akan terdengar dalam waktu yang sangat lama. Sembari berharap gelombang suara itu memantul kembali, ada sebait lagu dari Iwan Fals bertajuk "Ambulan Zig-Zag" yang mengingatkan kita bahwa persoalan layanan medik di negeri ini sudah sedemikan lama menjadi momok bagi si miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Deru ambulan memasuki pelataran rumah sakit yang putih berkilau, &lt;br /&gt;Didalam ambulan tersebut tergolek sosok tubuh gemuk bergelimang perhiasan&lt;br /&gt;Nyonya kaya pingsan mendengar kabar putranya kecelakaan&lt;br /&gt;Dan paramedis berdatangan kerja cepat&lt;br /&gt;Dan langsung membawa korban menuju ruang periksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa basa-basi, ini mungkin sudah terbiasa&lt;br /&gt;Tak lama berselang sopir helicak datang&lt;br /&gt;Masuk membawa korban yang berkain sarung&lt;br /&gt;Seluruh badannya melepuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pangkalan bensinnya meledak&lt;br /&gt;Suster cantik datang mau menanyakan&lt;br /&gt;Dia menanyakan data si korban,&lt;br /&gt;Dijawab dengan jerit kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster menyarankan bayar ongkos….pengobatan&lt;br /&gt;Hai sungguh sayang korban tak bawa uang&lt;br /&gt;Suster cantik ngotot lalu melotot dan berkata&lt;br /&gt;Silakan bapak tunggu dimuka&lt;br /&gt;Hai modar aku…..hai modar aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerit si pasien merasa kesakitan&lt;br /&gt;Suster cantik datang mau menanyakan&lt;br /&gt;Dia menanyakan data si korban,&lt;br /&gt;Dijawab dengan jerit kesakitan&lt;br /&gt;Jerit si pasien merasa diremehkan".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-4587933569190085645?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/4587933569190085645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=4587933569190085645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4587933569190085645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4587933569190085645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/07/berharap-layanan-kesehatan-murah.html' title='Berharap Layanan Kesehatan Murah'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1576410912108055262</id><published>2009-06-28T15:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:24:46.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Bukan Malam Persipura</title><content type='html'>Berharap mendapat suguhan yang menarik dan tidak melulu kampanye capres yang setiap hari menghiasi layar kaca, pertandingan final Copa Indonesia antara Persipura dan Sriwijaya FC yang seharusnya menjadi pemuncak laga, berakhir anti-klimaks.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan yang semula berjalan ketat serta saling serang antar kedua kesebelasan berakhir begitu saja setelah aksi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;walkout&lt;/span&gt; pemain Persipura karena menganggap keputusan wasit yang tidak adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai peluit babak pertama ditiup oleh wasit Purwanto, kedudukan masih seimbang 0-0. Memasuki babak kedua, pertandingan baru berjalan 6 menit saat sebuah umpan M. Nasuha berhasil dimanfaatkan dengan sempurna melalui sundulan oleh Anaoure Obiora, 1-0 untuk keunggulan Tim Laskar Wong Kito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persipura pun bangkit. Melalui sebuah skema serangan, Ian Kabes yang mendapatkan kesempatan tak bisa berbuat banya saat kiper Ferry Rotinsulu keluar dari sarangnya dan menyambar bola, namun terlepas. Bola mengarah ke Boaz Sollosa yang langsung menyepaknya dan mengenai tangan Joel Tsimi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit Purwanto tidak melihat itu sebagai pelanggaran dan tidak memberikan tendangan penalti untuk Tim Mutiara Hitam. Kontan para pemain Persipura memprotes keras keputusan ini. Fatal bagi tim yang diarsiteki Jacksen F. Tiago itu, karena emosional, Ernest Jeremiah menanduk wasit, sehingga pemain bernomor punggung 12 itu diganjar kartu merah. Tak terima dengan keputusan, aksi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;walkout&lt;/span&gt; pun akhirnya dilakukan Tim Mutiara Hitam. Dengan kejadian tersebut tim yang belum lama mengunduh gelar tertinggi supremasi sepakbola di Indonesia itu dinyatakan kalah WO dengan skor 4-0. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bukan malam Persipura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan itu, wasit Purwanto memang agak di bawah performanya--setidaknya ada dua pelanggaran yang sebenarnya dilakukan oleh pemain Sriwijaya FC, tapi malah pemain Laskar Wong Kito yang mendapatkan tendangan bebas. Namun apa pun alasannya, pertandingan harus tetap dilanjutkan. Wasit adalah "Imam" bagi kedua kesebelasan yang bertanding dan keputusannya mutlak. Siapa pun harus memahami itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan yang "dirusak" oleh kepemimpinan wasit tidak terjadi hanya di Indonesia, tapi juga di pertandingan internasional yang melibatkan wasit kelas dunia, akan tetapi kesebelasan yang bertanding tetap melanjutkan pertandingan sampai peluit panjang dibunyikan dan tidak melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;walkout&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit hanyalah manusia biasa. Bisa saja Sang Pengadil di lapangan hijau itu melakukan kesalahan, melakukan perhitungan yang keliru. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada juga yang melakukan kecurangan, karena disuap misalnya, namun tetap saja pertandingan harus tetap berjalan, dan jika ada keberatan mengenai keputusan wasit, diselesaikan melalui komisi disiplin wasit. Tidak dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;walkout&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertandingan, kadar emosional kadang campur aduk. Ada kalanya saat tertinggal skor membuah pemain menjadi "panas" dan tidak bisa berpikir rasional. Apalagi ditambah dengan keputusan wasit yang dirasa tidak adil. Untuk itu, sebuah kesebelasan sejatinya tidak hanya mengasah keterampilan teknik dan fisik bermain bola, namun juga cara bagaimana mengendalikan emosi pemain agar tidak terpancing saat tertinggal, dan tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;under-estimated&lt;/span&gt; saat unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kita memang harus merujuk pada tim-tim sepakbola dunia, yang mampu mengatur kadar emosional di lapangan hijau. Sehingga apa pun yang terjadi dalam suatu pertandingan disikapi dengan profesional. Boleh protes, tapi tetap menerima keputusan akhir wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang tidak dipunyai tim-tim lokal. Hadirnya pemain asing yang seharusnya bisa membawa profesionalisme pemain lokal meningkat, tidak terlihat. Malahan yang terjadi adalah pemain-pemain asing ikut melakukan pendorongan wasit, hingga adu jotos. Penandukkan wasit oleh Ernest Jeremiah Chukwuma adalah contohnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu Ernest berlaku &lt;em&gt;over-reactive&lt;/em&gt; seperti itu. Sebagai pemain internasional Ernest seharusnya bisa lebih mengendalikan diri karena dia bermain di negeri orang, di mana dia akan membawa nama negaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSSI seharusnya mengambil tindakan yang tegas dan lebih keras ketimbang yang didapatkan oleh pemain lokal atas ulah para pemain asing. Mereka dipilih dan dibeli dengan harga tinggi dengan harapan bisa memberikan contoh, bukan hanya teknis bermain bola, tapi perilaku profesionalisme tinggi di lapangan hijau. Bukan malah ikut terpancing emosi dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak sportif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persipura semestinya tidak perlu melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;walkout&lt;/span&gt;, mengingat waktu yang tersisa pun masih cukup panjang untuk menyamakan kedudukan bahkan untuk menang. Dan jika kalah pun, jutaan pasang mata yang menyaksikan pertandingan itu akan tahu siapa pemenang sejati yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1576410912108055262?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1576410912108055262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1576410912108055262&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1576410912108055262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1576410912108055262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/bukan-malam-persipura.html' title='Bukan Malam Persipura'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8805076011632850000</id><published>2009-06-24T08:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:05:54.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>L A N J U T K A N !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/StiZ1hpf9DI/AAAAAAAAAHo/BB1gpt-kN7c/s1600-h/kampanye.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/StiZ1hpf9DI/AAAAAAAAAHo/BB1gpt-kN7c/s200/kampanye.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393229698620716082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;Kampanye SBY-Boediono dengan jargonnya: Lanjutkan! berhasil menghipnotis para ibu untuk mengingatkan para bapak untuk terus melanjutkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8805076011632850000?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8805076011632850000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8805076011632850000&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8805076011632850000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8805076011632850000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/l-n-j-u-t-k-n.html' title='L A N J U T K A N !!'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/StiZ1hpf9DI/AAAAAAAAAHo/BB1gpt-kN7c/s72-c/kampanye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8107383599306432421</id><published>2009-06-22T15:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:56:56.305-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Cara Ampuh Usir Tikus</title><content type='html'>Diana dibuat pusing dengan ulah tikus di gudang bawah tanah rumahnya. Bukan saja kotoran dan baunya yang menyesakkan, tapi binatang pengerat ini selalu menggigiti apa saja, sehingga barang-barang yang disimpan menjadi rusak atau berlubang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berbagai perangkap tikus ia coba untuk mengatasi masalah ini, mulai dari model penjepit sampai kurungan, namun selalu saja berakhir pada kekecewaan karena sang tikus tak pernah benar-benar berhasil disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang, Romly juga punya pengalaman yang sama berhubungan dengan tikus. Tak peduli berapa banyak lem tikus yang sudah ia beli, tikus datang dan datang lagi. Pada mulanya, ia begitu senang karena lem tikus yang dibelinya memerangkap beberapa tikus sekaligus. Hari berikutnya tikus yang terperangkap berkurang, sampai akhirnya tidak ada tikus yang "menyentuh" lem-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu bukan berarti tikus-tikus sudah tidak ada lagi dan masalah teratasi, namun karena tikus adalah mamalia dengan gen yang memungkinkan dapat mengingat dengan baik dan cepat belajar, sebagaimana artikel yang dimuat di &lt;a href="www.nootropics.com/smartmice/painsmart.html"&gt;www.nootropics.com&lt;/a&gt;, sehingga mereka belajar untuk menghindari bahaya dari perangkap yang dipasang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara ampuh usir tikus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecuali di India, tikus merupakan mamalia pengerat yang dianggap hama, dan merusak hampir apa saja. Mulai dari membuat gorong-gorong, sehingga tanah menjadi berlubang dan lama-kelamaan amblas, sampai merusak perkakas rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa wilayah di Jawa, untuk menanggulanginya, tikus dijadikan santapan. Hal ini terbukti dapat mengurangi populasi tikus. Namun seiring dengan makin majunya peradaban, menjadikan tikus untuk dimakan semakin lama semakin ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya untuk menanggulangi masalah tikus ini tidaklah sesulit dan semahal yang dilakukan selama ini. Ada beberapa cara alamiah yang cukup efektif untuk mengusir tikus, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelihara jangkrik. Jangkrik yang dipelihara adalah jangkrik jantan yang dapat mengeluarkan bunyi berderik. Bunyi inilah dapat menakut-nakuti tikus yang mengira bunyi itu berasal dari ular yang akan memangsa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dengan menggunakan karbit. Bahan baku pengelasan ini mempunyai bau yang khas yang tidak disukai oleh tikus, sehingga mereka tidak akan kembali lagi ke tempat yang telah dioles/ditaburi karbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbit bisa didapatkan di toko bahan bangunan dengan harga yang terjangkau. Ambil karbit secukupnya untuk dicampur dengan air, lalu oleskan di tempat tikus biasa melaluinya dengan kuas. Atau siramkan campuran air dengan karbit ke tempat di mana tikus bersarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga karbit tidak dicampurkan dengan air. Cukup tumbuk/haluskan karbit hingga menjadi bubuk, lalu taburkan di tempat biasanya ada tikus. Biasanya setelah dioleskan/ditaburi dengan karbit, tikus tidak kembali lagi, namun lebih baik lakukan pengulangan tiap tiga bulan sekali, hitung-hitung menghabiskan sisa karbit yang dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbit memang sangat menyengat, namun lebih baik menahan bau karbit asalkan tikus bisa pergi dan tak kembali lagi. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8107383599306432421?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8107383599306432421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8107383599306432421&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8107383599306432421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8107383599306432421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/cara-ampuh-usir-tikus.html' title='Cara Ampuh Usir Tikus'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-4842326201425841636</id><published>2009-06-20T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:26:07.409-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Edit Suara untuk Makian/Umpatan pada Sinetron  (Masukan untuk KPI)</title><content type='html'>Seorang bandit berlari menghindari kejaran jagoan cilik. Sementara itu, teman-teman si jagoan kecil itu memperhatikan dari jauh. Di satu kesempatan sang penjahat terjerembab, kamera lalu berpindah ke wajah-wajah penuh kepuasan teman si jagoan cilik tadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mamp**!" seru salah seorang dari teman sang jagon kecil tadi, sementara yang lain berjingkrak kegirangan. Kata-kata makian semacam itu sering sekali tampil di hampir seluruh sinetron. Lebih parah lagi, bahkan di sinetron yang diperuntukkan untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata seperti kurang aj***, sia***, breng***, dan banyak lagi seolah menjadi hal yang lumrah saja diucapkan. Tidak saja sinetron untuk kalangan dewasa, sinema elektronik untuk anak-anak pun seakan tidak mau kalah, menampilkan makian-makian yang jauh dari ambang batas yang diajarkan setiap orang tua kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV memang menjadi media elektronik yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan kepada audience-nya, sekaligus ia menjadi media pembentuk karakter bagi anak-anak. Saat ini anak-anak tak lagi tabu untuk mengungkapkan makian kepada teman sebaya, atau bahkan kepada orang tuanya. Memang tidak seratus persen tv menjadi musuh yang harus dijauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV saat ini menjadi gadget keseharian yang dapat dengan mudah dioperasikan oleh anak berusia dua tahun sekali pun, sehingga tidak ada penghalang yang sangat berarti bagi anak-anak untuk menikmati tv seutuhnya kecuali kendala waktu. Apalagi tren saat ini di mana orang tua seluruhnya bekerja, maka tv menjadi teman setia anak-anak yang ditinggal bekerja orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran sinetron, film, atau acara yang jauh panggang dari api mutunya, sehingga dapat menjadikan penurunan perilaku anak seharusnya diawasi dengan ekstra ketat. Salah satu caranya adalah dengan menghilangkan kata-kata makian/umpatan yang dihadirkan dalam sinetron, film atau acara apa pun, apa lagi jika memang itu diperuntukkan untuk kalangan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus kata-kata kasar/makian/umpatan yang ada di film Barat sudah melalui editing sehingga ketika si pembawa peran mengucapkan kata "sh***" atau "fu**" dan lainnya, langsung saja hanya terdengar bunyi yang menyatakan bahwa kata-kata itu memang tidak pantas untuk diperdengarkan, yang sebenarnya jika anak-anak mendengarkannya pun tidak tahu apa artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ironisnya, tidak ada perlakuan yang sama dengan kata-kata kasar/umpatan/makian dalam bahasa Indonesia, padahal inilah yang akan membentuk karakter anak-anak sehingga mengucapkan kata-kata makian/kasar/umpatan tidak menjadi tabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataannya kenapa lembaga berwenang untuk mengawasi tayangan tv dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang telah diperbuat untuk kata-kata makian/kasar untuk film-film asing? Buat saja daftar kata-kata yang wajib edit, kemudian jika kata-kata makian itu keluar, maka otomatis harus dihilangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu akan meminimalisir kata-kata makian yang terdengar oleh anak-anak kita. Di samping itu, para orang tua juga bisa menjelaskan bahwa kata-kata makian/umpatan yang di-edit itu memang tidak pantas untuk diucapkan, bahkan oleh orang tua sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-4842326201425841636?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/4842326201425841636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=4842326201425841636&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4842326201425841636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/4842326201425841636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/edit-suara-untuk-makianumpatan-pada.html' title='Edit Suara untuk Makian/Umpatan pada Sinetron  (Masukan untuk KPI)'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-8129663780811584623</id><published>2009-06-20T12:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:16:07.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Dukung Pulau Komodo Indonesia Masuk New7Wonder</title><content type='html'>Di saat para calon pemimpin negara ini berebut untuk duduk di kursi kepresidenan, Pulau Komodo pun tengah berjibaku untuk setidaknya masuk ke urutan ke tujuh di grup E "cabang" Hutan, Taman Nasional dan Reservasi Nasional ajang pencarian 7 keajaiban dunia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan New7Wonders adalah lembaga yang dibentuk dengan misi untuk menyelamatkan cagar budaya yang ada di seluruh dunia. Didirikan oleh Bernard Weber dua tahun lalu, bertepatan dengan angka tanggal-bulan-tahun "keramat" yaitu 7 Juli 2007 (07-07-07) di Lisbon, Portugal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga kebangsaan Kanada yang lahir di Swiss ini mempunyai bermacam pekerjaan, mulai dari pembuat film, penjelajah, penerbang sampai kurator museum. Weber dan timnya membagi kategori penilaian sama dengan angka-angka "keramat" yang lainnya, yaitu tujuh. Lembaga nirlaba ini meng-klaim memiliki pemilih lebih dari 100 juta di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang pada 2008 tidak menempatkan situs yang digadang-gadangkan yaitu Borobudur, melalui Kementerian Budpar, kali ini menjagokan Pulau Komodo untuk ikut dipilih sebagai cagar budaya yang diharapkan dapat menyabet gelar sebagai tujuh keajaiban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja jika gelar ini tercapai, nama Indonesia umumnya dan Pulau Komodo khususnya dapat lebih terkenal di dunia. "Akan berdampak besar terhadap industri pariwisata, karena wisatawan mancanegara diyakini akan banyak berkunjung ke Indonesia" begitu pernyataan Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Sapta Nirwandar beberapa waktu lalu seperti dirilis &lt;a href="http://www.kompas.com"&gt;Kompas&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tulisan ini dibuat, posisi Pulau Komodo, Indonesia masih berada di zona degradasi yaitu di peringkat ke delapan di bawah, berturut-turut dari peringkat pertama: Sungai Puerto Princesa Subterranean-Filipina, Hutan Amazon-Brasil/Bolivia, Hutan Sundarbans-Bangladesh/India, Taman Nasional El Yunque-Puerto Rico, Hutan Bialowieza-Polandia/Belarus, Taman Nasional Thy-Denmark, dan Hutan Hitam, Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, Pulau yang pernah menjadi sengketa antara Indonesia dan negara tetangga Malaysia yaitu Pulau Sipadan, masuk daftar klasemen sementara dalam tujuh keajaiban dunia dari kategori kepulauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peluang Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Indonesia yang "melek" Internet tahun 2009 menurut Asosiasi Pengguna Jasa Internet (APJII) sebagaimana dirilis oleh&lt;a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=9487&amp;Itemid=695"&gt;portal Depkominfo&lt;/a&gt; ada sekitar 25 juta orang. Angka ini merupakan peringkat kelima di Asia China, Jepang, India, dan korea selatan. Berita baik tentunya jika satu orang Indonesia memilih untuk Pulau Komodo. Angka 25 juta pemilih yang merupakan seperempat bagian pemilih seluruh dunia, cukup untuk mengantarkan Pulau Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban cagar budaya dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melalui Internet, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;voting&lt;/span&gt; juga bisa dilakukan lewat telepon atau SMS. Cukup dial atau SMS ke nomor +41 77 312 4041 dan sebutkan kode pilihannya. Untuk Pulau Komodo, nomornya: 527. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada penyedia layanan seluler yang mau jadi sponsor ini untuk mendukung Pulau Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Satu kayuh dua pulau terlampaui. Satu sisi mendapat pelanggan, di sisi lain mendapat kehormatan untuk setidaknya mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang disediakan untuk memilih tinggal beberapa minggu, tepatnya tinggal 16 hari dari sekarang atau tepat pada tanggal 7 Juli 2009 pendaftaran akan ditutup. Bagi yang belum memilih, silakan &lt;a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;, isi formnya, pilih kategory "Forests, National Park, Nature Reserve", jangan lupa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;select&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; nominee&lt;/span&gt; "Komodo National Park".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, dukung Taman Nasional Pulau Komodo, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;masak&lt;/span&gt; kita kalah sama Filipina?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-8129663780811584623?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/8129663780811584623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=8129663780811584623&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8129663780811584623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/8129663780811584623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/dukung-pulau-komodo-indonesia-masuk.html' title='Dukung Pulau Komodo Indonesia Masuk New7Wonder'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-6636077994328972864</id><published>2009-06-20T04:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:17:00.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><title type='text'>Mengapa Warna Pink (Merah Muda) Dipakai Wanita</title><content type='html'>Tulisan ini mungkin tidak berhubungan langsung dengan pembaca, namun bagi para calon desainer yang baru saja memasuki kawah candra dimuka perguruan tinggi Fakultas Desain Grafis (tingkat awal), artikel ini bisa saja literatur yang dibutuhkan, terutama mata kuliah apresiasi seni dan desain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai universalitas warna kita akan selalu berhadapan dengan persepsi yang berlaku secara umum. Merah, misalnya melambangkan keberanian dan juga merefleksikan energi di satu sisi serta kemarahan di sisi yang lain. Lalu ada warna hitam yang selain melambangkan kegagahan dan kejantanan, ia juga berarti suram, kelam dan ‘dekat’ dengan kematian dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang menarik dari catatan mengenai warna, ternyata persepsi masyarakat secara universal juga pernah berubah. Salah satunya adalah warna merah muda yang sangat berlawanan dengan apa yang saat ini kita ‘imani’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya hal itulah yang diungkap oleh Gender Specific Colors dalam situsnya (www.histclo.com/gender/col/col-pink.html) yang mengutip Surat Kabar terbitan Amerika, The Sentinal edisi 29 Maret 1914. Dalam terbitan itu, koran tersebut menyarankan para ibu menggunakan warna merah muda untuk dipakaikan pada anak laki-laki dan biru untuk anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian situs itu juga mengutip pernyataan sebuah majalah wanita terbitan Juni 1918, kira-kira begini kutipannya: “Memang ada perberdaan yang besar, tetapi umumnya menyetujui bahwa warna merah muda itu untuk cowok dan biru untuk cewek. Alasannya adalah merah muda adalah warna yang determinan dan kuat, cocok untuk laki-laki, sementara biru yang lebih ‘rapuh’ pas untuk perempuan—Ladies Home Journal, Juni 1918”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mungkinkah berubah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan persepsi warna itu kemudian bisa berubah 180 derajat? Situs itu juga mencatat bahwa pada tahun 1930 NAZI Jerman menggunakan merah muda sebagai warna yang identik dengan perempuan. Uniknya, warna-warna dan berbagai simbol dijadikan NAZI untuk mengelompokkan komunitas-komunitas dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, di situs itu juga menyebutkan pernyataan Jo B. Paoletti and Carol Kregloh, Kepala Kepala Departemen Anak-anak di Claudia Brush Kidwell and Valerie Steele yang dikutip oleh Smithsonian Institution Press pada edisi Men and Women: Dressing the Part tahun 1989, bahwa warna merah muda untuk perempuan dan biru untuk laki-laki tidak menyeragam digunakan sampai 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah persepsi warna, untuk merah muda, yang kita ketahui saat ini bermula dari persepsi yang ‘dipaksakan’ dibangun oleh “Babe Kumis Hitler”? Pertanyaan selanjutnya adalah, mungkinkah di masa akan datang persepsi warna dapat berubah atau setidaknya diperbarui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawabannya tidak, berarti kita harus puas dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nrimo&lt;/span&gt; dengan apa yang ada sekarang tanpa harus mencari-cari platform persepsi warna baru lagi. Sedangkan Kalau jawabannya ya, siapa yang berwenang atau setidaknya dapat mengubah opini secara signifikan? Lalu, masih relevan-kah tren warna yang tercipta pada psikologi warna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lembaga non-profit berbasis di Alexandria, Amerika bernama Color Marketing Group (http://www.colormarketing.org/) yang memprediksi warna-warna yang akan menjadi tren di tahun-tahun mendatang. Salah warna yang akan menjadi tren adalah rosy pink (merah mudah mawar) yang bakal menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punchy&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;eye catcher&lt;/span&gt;. Lebih jauh lembaga ini memprediksi tempat-tempat yang akan menggunakan warna ini, hotel dan restoran misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah lembaga seperti ini berpengaruh luas dalam perubahan persepsi warna di masa datang? Jawabannya mungkin akan sangat tergantung pada pelaku-pelaku desain dan seni rupa itu sendiri. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Take it or leave it&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide yang mungkin konyol dari penulis (atau bisa saja brilian?), yaitu menghilangkan batasan-batasan persepsi dan psikologi warna. Mencoba mengaplikasikan warna pada karya kita sesuka hati tanpa perlu repot-repot berurusan dengan persepsi apalagi psikologi yang membatasi, bebas saja! Persepsi bisa dibangun kemudian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;What do you think?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-6636077994328972864?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/6636077994328972864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=6636077994328972864&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6636077994328972864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/6636077994328972864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/mengapa-warna-pink-merah-muda-dipakai.html' title='Mengapa Warna Pink (Merah Muda) Dipakai Wanita'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1997017171314284618</id><published>2009-06-15T19:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T14:42:29.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Presiden Rasa Ayam Bawang</title><content type='html'>Belakangan ini dan hari-hari mendatang kita disuguhi beragam iklan kampanye capres yang bertarung memperebutkan tahta kepresidenan periode 2009 – 2014 di berbagai media. Tak ketinggalan televisi yang merupakan media pembentuk opini paling efektif. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat media ini pula capres-capres mengiklankan program-program mereka. Jusuf Kalla, misalnya, mengklaim kesuksesan-kesuksesan apa yang telah diraih pada saat dirinya menjadi Wapres periode lima tahun lalu. Lain lagi dengan pasangan Megawati dan Prabowo yang habis-habisan mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintahan lalu, sembari mengimingi masyarakat dengan kebaikan-kebaikan apa yang mereka tawarkan buat wong cilik jika mereka terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY? Capres ini pun tak mau kalah ikut serta berkampanye melalui iklan di televisi. Namun iklan kubu presiden &lt;em&gt;incumbent&lt;/em&gt; ini sungguh di luar dari kebiasaan yang ada. Alih-alih menuturkan keberhasilan-keberhasilan atau program-program apa yang akan dilanjutkan, tim SBY malah mengiklankan dirinya dengan merilis ulang TV &lt;em&gt;commercial&lt;/em&gt; (TVC) sebuah produk mie instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada data yang muncul berapa kubu SBY membayar hak cipta untuk memakai &lt;em&gt;jingle&lt;/em&gt; produk mie instan terbesar itu. Namun jika penulis adalah pemilik produk mie tersebut, pastilah sebuah kehormatan tersendiri jika orang nomor satu di Indonesia itu mau menggunanakan materi iklan yang selama ini digunakan untuk mengiklankan produk mie instan. Dengan kata lain, jika penulis adalah pemilik produk mie instan itu, kubu SBY dapat menggunakannya secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari kesan elegan, suatu sikap yang selama ini dijaga ketat oleh SBY yang selalu mengutamakan image. Dengan iklan mie instan yang dirilis kembali itu, pencitraan diri SBY di kalangan tertentu agak menurun. Betapa tidak? SBY yang selalu menjaga citra selama ini di masyarakat disamakan dengan Indomie?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi iklan yang disuguhkan memang tidaklah jelek-jelek amat. Namun &lt;em&gt;image&lt;/em&gt; mie instan yang sekaligus pengekoran iklan pada produk itu, membuat kubu SBY terkesan dangkal dan kurang kreatif. Fokus kampanye kepada konstituen kelas bawah dan kaum ibu-ibu (baca: &lt;a href=http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/siapa-pun-capresnya-presidennya-tetap.html&gt;Siapa pun Capresnya Presidennya Tetap SBY&lt;/a&gt;) membuat SBY tidak terlalu mementingkan pencitraannya yang bakal melorot di kalangan tertentu gara-gara iklan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun di balik itu, sebenarnya inilah strategi beriklan yang efektif, alasannya adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, siapa yang tidak mengenal Indomie? Produk mie instan yang satu ini begitu terkenal di seantero Nusantara. Begitu pula dengan iklan produk mie instan ini,  &lt;em&gt;jingle&lt;/em&gt;-nya yang sederhana dan mudah dingat membuatnya begitu familiar di masyarakat, bahkan anak-anak kecil pun dapat hafal di luar kepala. &lt;br /&gt;Dengan mendompleng ketenaran iklan Indomie tersebut, kubu SBY tak perlu bersusah payah untuk membangun &lt;em&gt;brand awareness &lt;/em&gt;yang sulit dicerna oleh masyarakat konstituen fanatiknya yaitu masyarakat bawah dan kaum ibu-ibu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Indoktrinasi yang sangat sederhana namun di belakang itu bisa sangat efektif. Berapa banyak iklan di televisi yang hanya berbiaya rendah namun dapat manancapkan &lt;em&gt;brand image&lt;/em&gt; di benak kita? Ambil contoh iklan produk Maspion yang menampilkan CEO perusahaan Alim Markus dan artis senior Titik Puspa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk pertama kali iklan tersebut terkesan lucu manakala sang CEO perusahaan pemroduksi alat-alat rumah tangga itu mengucapkan kalimat yang kedengaran aneh. Namun itulah sisi jual dari iklan tersebut, makin dianggap &lt;em&gt;norak&lt;/em&gt;, makin menancaplah produk Maspion di otak kecil konsumen, sehingga ketika mencari barang-barang kebutuhan rumah tangga, dan pilihannya sangat beragam, si otak  kecil akan men-&lt;em&gt;generate&lt;/em&gt; ingatan akan produk yang diiklankan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan kubu SBY. Boleh saja mengatakan iklan itu &lt;em&gt;norak&lt;/em&gt;, tidak ada isinya, kampungan dsb. Tapi harus diingat, ada prinsip yang tak tertulis di dalam peraturan periklanan, makin &lt;em&gt;nyeleneh&lt;/em&gt; makin baik. Atau kalau di industri &lt;em&gt;media, bad news is good news&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memutar iklan yang sangat sederhana, mudah diingat, kubu SBY sedang menancapkan ingatan-ingatan yang akan muncul kembali saat mana pemilih agak bimbang dalam menentukan pilihan menjelang masuk bilik pencontrengan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat penayangan di televisi, iklan ini akan mengajak pemirsa untuk ikut bernyanyi bersama. Untuk pendukung SBY, dia akan bernyanyi secara benar. Untuk yang bukan simpatisan, mungkin akan memelesetkan iklan ini menjadi “Indomie presidenku”. Tak masalah, karena dengan begitu pun brand awareness pengiklan sudah separuhnya tercapai. Terbukti iklan itu bisa menggerakkan pemirsa untuk bersenandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan iklan capres-capres lainnya, iklan SBY versi Indomie ini lebih mudah dihafalkan, sedangkan iklan kampanye JK dan Mega mengharuskan pemirsanya untuk mencerna kembali apa yang disampaikan pada saat iklan tayang dan akan dilupakan manakala iklan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, iklan SBY versi Indomie adalah strategi yang berbeda. Di saat capres lainnya membuat janji dan janji lagi lewat iklan kampanye mereka, kubu SBY justru membuat iklan yang tidak menjanjikan. Bagi sebagian masyarakat mungkin akan dianggap tidak berisi, namun bagi sebagian masyarakat lainnya justru baik, daripada hanya janji tapi tidak pernah terealisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang iklan-iklan SBY kebanyakan hanya mengandalkan penokohan semata, lain tidak. Termasuk iklan Indomie versi SBY ini, dan sekali lagi masyarakat diajak untuk hanya membuat pilihan lewat karakteristik dan penampilan fisik pimpinan semata. Bukan pada gagasan, program, visi-misi sang capres ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realita yang ada saat ini. Siapa peduli? Fokus utama adalah memenangkan pemilu. Soal mendidik masyarakat untuk dapat menentukan pilihan dengan pertimbangan nalar dan pengetahuan, itu nomor 301.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang jelas saat memesan mie instan di warung kopi dekat rumah, janganlah tertukar dan lantas berujar “Pesan SBY rasa ayam bawang”. &lt;font size="0.7em"&gt;&lt;strong&gt;Politik – Strategi Kampanye&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1997017171314284618?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1997017171314284618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1997017171314284618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1997017171314284618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1997017171314284618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/presiden-rasa-ayam-bawang.html' title='Presiden Rasa Ayam Bawang'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-2881430360927399257</id><published>2009-06-10T23:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:18:42.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Siapa pun Capresnya, Presidennya Tetap SBY?</title><content type='html'>Menjelang pemilu legislatif lalu, ada percakapan antartetangga mengenai partai yang mereka dukung.  Percakapan warung kopi biasa, dan tidak ada yang bisa disimpulkan dari obrolan itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu tetangga pun yang bisa meyakinkan tetangga lainnya untuk akhirnya memilih parpol yang didukungnya. “Saya mah, Pak Beye aja.” kata tetangga yang satu. Tetangga satunya dengan pilihan yang berbeda tak mau kalah, “Aku sih dari dulu PDI.” tukasnya, tanpa memperinci kenapa dirinya menjadi pengagum partai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itulah realitas pemilih yang ada di Indonesia saat ini. Cinta mati, mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkannya fanatisme terhadap satu parpol tanpa mau melihat platform apa yang ditawarkan parpol itu dan baik-buruknya dibandingkan yang lainnya. Kalau sudah itu, ya itu saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan sebagian besar masyarakat pemilih untuk melihat platform partai yang akan dipilihnya itu menunjukkan betapa pendidikan politik di negeri ini mandhek alias berjalan di tempat. Walaupun hal itu juga tidak terlepas dari peran parpol yang sebagian besar juga tidak jelas platform-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita ingat fenomena calon-calon anggota DPD bernomor urut 31. Hal itu memberikan berkah tersendiri bagi para calon DPD tersebut. Hampir sebagian besar calon anggota Dewan Perwakilan Daerah itu bisa melenggang ke Senayan, mengalahkan nama-nama besar yang digadang-gadang kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak saja di daerah-daerah, namun yang mengejutkan fenomena ini juga terjadi di Ibukota, yang tingkat melek dan keterhubungan terhadap informasinya tinggi. Seharusnya, calon pemilih di Ibukota lebih bisa mencerna informasi mengenai siapa saja calon anggota DPD yang bakal dipilihnya. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa memang para anggota DPD bernomor urut itu adalah calon-calon terbaik yang layak dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika fenomena ini adalah hanya karena kepopuleran calon presiden tertentu dengan nomor urut tertentu, yang membuat sebagian masyarakat pemilih menjadi fanatis dan menjatuhkan pilihan hanya berdasarkan nomor urut tertentu, hal ini tentunya hal yang menggelikan serta menunjukkan betapa pendidikan berpolitik di negeri ini berhenti di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pilpres 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pemilu diadakan pada 2004 lalu, sebagian besar pemilih bangsa ini mungkin sepakat kalau SBY mejadi &lt;em&gt;the best among the worst&lt;/em&gt; dari stok pemimpin yang ada pada waktu itu. Sosok capres yang satu telah menyihir para pemilih untuk memilih SBY dan menjadikannya pemenang pemilu 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, hal tersebut telah meninggalkan suatu fanatisme tersendiri di kalangan masyarakat kelas bawah, terutama kaum ibu-ibu. Pasangan capres-cawapres &lt;em&gt;incumbent&lt;/em&gt; yang diusung Partai Demokrat ini sadar betul bahwa mereka tidak bisa berharap banyak dari pemilih di kalangan menengah atas yang pastinya akan mempertanyakan kinerja, platform Sang Presiden ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kesadaran itu, tim sukses SBY mendasarkan strategi kampanyenya untuk menyasar dan mempertahankan konstituen fanatik ini, yaitu kalangan kelas bawah dan ibu-ibu yang memang sejak pemilu 2004 memilih SBY. Lihat saja iklan kampanye pasangan ini, tidak ada isu sentral mengenai bangsa ini yang diangkat. Datar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan tema iklan pasangan ini hanya penokohan terhadap karakter SBY, bukan apa yang akan dilakukan mereka jika mereka terpilih. Bukan pula apa-apa yang telah dilakukan SBY lima tahun masa kepemimpinannya yang membanggakan, sehingga itu bisa diklaim sebagai kerja besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemilih kalangan menengah atas, atau pemilih yang melek informasi, dengan kata lain adalah pemilih yang berpendidikan, nama SBY-Boediono mungkin tidak akan dilirik, terlebih dengan “kasus” &lt;strong&gt;Neolib&lt;/strong&gt; Sang Cawapres Boediono, namun bagi masyarakat kelas bawah—persentasenya cukup besar—tidaklah penting program-program capres, tapi lebih penting adalah siapa presidennya, dan seperti apa rupanya. Mereka memilih bukan karena apa yang akan dilakukan pasangan presiden SBY-Boediono ke depan, tetapi karena fanatik terhadap SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Focussing&lt;/em&gt; strategi pada konstituen fanatik yang dilakukan ini adalah pertaruhan besar pasangan ini. Alih-alih menarik perhatian pemilih kelas menengah atas, lebih baik menggarap yang sudah di depan mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY dan nomor 31-nya telah terbukti sukses mendulang suara terbanyak di pemilu legislatif lalu, tambahan dengan anggota-anggota DPD bernomor 31 yang mendapatkan berkah tersembunyi. Ini menunjukkan bahwa fanatisme terhadap SBY di kalangan bawah teramat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pemilihan legislatif lalu yang bertepatan dengan libur panjang sedikit-banyak berpengaruh dengan hasil pemilihan, karena kalangan menengah atas memilih menghabiskan waktu dengan keluar kota (liburan) dan tidak menggunakan hak pilih mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilih kalangan menengah atas jumlahnya memang cukup besar, sekitar 40% dari keseluruhan pemilih dan pada pilpres mendatang, para pemilih dari kalangan ini dipastikan akan menggunakan hak pilih mereka, namun suara ini terpecah dan tidak solid, antara memilih JK dan Mega. Sebagian lagi akan memilih SBY, apalagi kalau tim sukses SBY bisa memainkan isu penting saat menjelang pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, suara konstituen fanatik yang memilih SBY tetap. Kecuali ada isu besar di luar skenario, siapa pun capres-nya, presiden-nya tetap SBY. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-2881430360927399257?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/2881430360927399257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=2881430360927399257&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2881430360927399257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/2881430360927399257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/06/siapa-pun-capresnya-presidennya-tetap.html' title='Siapa pun Capresnya, Presidennya Tetap SBY?'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-5638549119868233324</id><published>2009-05-26T12:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T09:25:29.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Tak Perlu Papan Peringatan Ranjau Paku</title><content type='html'>Ada yang menggelitik penulis saat melihat &lt;a href="http://suarapembaruan.com"&gt;Suara Pembaruan&lt;/a&gt; beberapa minggu lalu. Koran sore itu memuat foto mengenai papan peringatan ranjau paku yang dipasang di sekitar Jalan MT Haryono.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan rambu peringatan ranjau paku itu sejatinya adalah niat yang baik dari instansi terkait untuk mengingatkan kepada pengguna kendaraan, dua atau tiga atau empat, agar lebih berhati-hati dalam berkendara karena di sekitar wilayah tersebut banyak bertebaran paku-paku yang sengaja disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan sesaat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, solusi itu keadaannya seperti ada sisa-sisa makanan yang menyangkut di gigi, dan kita hanya berkumur dengan air untuk mengeluarkannya, padahal sisa-sisa makanan itu harus dikeluarkan dengan tusuk gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengguna kendaraan bermotor yang sedang melaju, tanda peringatan ranjau paku itu menjadi kurang berarti. Pasalnya, dengan tanda peringatan itu, pengendara diminta waspada dalam berkendaraan jika tidak mau ban kendaraannya bocor karena paku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang diminta untuk diwaspadai adalah manusia/hewan yang akan melintas atau sesuatu yang terlihat dengan mata seorang pengendara mobil/motor, para pengendara itu bisa berkonsetrasi lebih untuk berkendara, namun jika yang diminta untuk mereka waspadai adalah sesuatu yang kecil dan tersamarkan oleh warna aspal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya akan sangat sulit untuk mengamati jalan yang dilaluinya untuk melihat paku-paku yang ditebar di sepanjang jalan, apalagi malam hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bisa lebih baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan tidak punya sensor yang memungkinkan untuk mendeteksi ranjau paku. Pengemudi pun tidak mungkin untuk memilih jalan menghindar dari tebaran ranjau, seperti halnya menghindari jalan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penebar paku biasanya melakukan hal tersebut karena mengharapkan pengendara motor atau mobil yang ban-nya tertusuk paku akan memanfaatkan jasa mereka untuk menambal/mengganti ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah kenapa tidak ada tindakan yang diberikan kepada para penebar paku di jalan raya? Padahal kelakuan mereka jelas-jelas merugikan bahkan bisa mengancam nyawa orang lain. Apakah memang karena aparat tidak tahu pelakunya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berprasangka baik saja. Anggap saja aparat tidak tahu dan tidak bisa menangkap basah siapa penebar ranjau paku yang merugikan orang lain tersebut. Saran lainnya yang mungkin dilakukan adalah dengan menyisir daerah tersebut untuk menemukan ranjau-ranjau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyisiran bisa dilakukan oleh Pamong Praja, atau petugas Pertahanan Sipil yang diperbantukan di wilayah tersebut yang bisa dilakukan secara berkala, sehingga para penebar paku itu tidak mendapatkan manfaat dari apa yang mereka lakukan dan tidak perlu memasang rambu peringatan ranjau paku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papan peringatan / larangan dibuat agar orang waspada atau mentaati peraturan yang dibuat, namun apa yang terjadi jika papan peringatan adalah sekadar papan peringatan dan tidak berdampak apa pun terhadap apa yang mungkin semestinya bisa dihindari &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-5638549119868233324?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/5638549119868233324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=5638549119868233324&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/5638549119868233324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/5638549119868233324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/05/tak-perlu-papan-peringatan-ranjau-paku.html' title='Tak Perlu Papan Peringatan Ranjau Paku'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-129589491522128133.post-1922452565092365804</id><published>2009-05-25T19:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:19:44.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namidub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagasan'/><title type='text'>Dari Satu Titik Pandang</title><content type='html'>Dunia ini penuh dengan persepsi. Baik yang secara sengaja dibuat oleh pemangku kepentingan yang digunakan untuk kepentingan mereka, maupun persepsi yang terbentuk karena pandangan berbagai orang yang senada.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua jenis persepsi itu, ditambah dengan pengulangan-pengulangan dan dengan berjalannya waktu akan menghasilkan suatu kebenaran, dalam tanda kutip maupun dalam arti sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Presiden Soeharto, misalnya. Generasi yang lahir setelah keruntuhan era kepemimpinan Presiden RI kedua itu mungkin tidak menjumpai masa wajib nonton film G30S/PKI di teve-teve mereka atau film bertajuk Janur Kuning yang menggambarkan "keperkasaan" Soeharto soal kenegarawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban menonton film Pemberontakan G-30S/PKI bertahun-tahun adalah doktrinasi yang membuat jutaan bangsa ini "diharamkan" jika berdiskusi msalah ini, tanpa mau melihat sisi lain lagi atau sekadar bertanya, apakah memang begitu keadaannya? Jangankan untuk bertanya, doktrin itu menancap begitu kuat di benak bangsa ini: kejahatan, bahkan pada tatanan pemikiran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tidak berbicara soal benar-salah hal itu. Namun yang jelas bahwa dengan makin meng-global-nya informasi dan cara pandang kehidupan yang makin terbuka, di mana perbedaan makin dapat diterima, untuk mengungkapkan pandangan yang berbeda tidaklah harus menunggu waktu, sehingga pendapat yang mengemuka di masyarakat tidak terlanjur menjadi dogma yang pasti benar dan tak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada semacam kewajiban publik untuk dapat memberikan sumbangsih kepada peradaban, sehingga, mungkin saja, hidup akan semakin baik dan bernilai. Meskipun mungkin sangat kecil, namun bukan besar-kecilnya yang dinilai, niat yang baiklah yang diperhitungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah webblog yang berisi pandangan pribadi penulis mengenai apa pun. Kebijakan pemerintah, politik, konflik dan polemik yang berkembang di masyarakat, budaya sampai soal-soal kecil yang menyangkut gaya hidup dibicarakan di sini. Namun tidak untuk hal-hal yang bersinggungan dengan suku, agama dan ras, yang merupakan elemen dasar manusia yang memang tidak bisa diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas pihak-pihak yang membuat webblog ini dapat terealisasi. Kepada penyedia layanan blog gratis &lt;a href="http://blooger.com"&gt;Blogger&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://google.com"&gt;Google&lt;/a&gt;, serta guru-guru blogger di ruang belajar yang maha luas bernama Internet ini, salah satunya &lt;a href="http://isnaini.com"&gt;isnaini.com&lt;/a&gt;, dan banyak lagi yang tak mungkin disebutkan satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, selamat menikmati pandangan dari sisi yang berbeda. Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/129589491522128133-1922452565092365804?l=namidubunus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://namidubunus.blogspot.com/feeds/1922452565092365804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=129589491522128133&amp;postID=1922452565092365804&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1922452565092365804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/129589491522128133/posts/default/1922452565092365804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://namidubunus.blogspot.com/2009/05/dari-satu-titik-pandang.html' title='Dari Satu Titik Pandang'/><author><name>namidub unus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_-i9mLEir_ws/SrypmTKO82I/AAAAAAAAABg/Xow9WehEPTo/S220/yellow0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
